Walikota Semarang Sambut Baik Dan Welcome Pada Guru RA

Semarang – Walikota Semarang melalui Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dr. Widoyono, berkomitmen untuk mencarikan solusi dan formula bantuan yang tidak menabrak aturan untuk para guru Roudhotul Athfal (RA) Kota Semarang yang honor mengajarnya masih memprihatinkan. Dalam inventarisirnya, masih banyak guru yang mendapat honor Rp. 200.000 per bulan.

Komitmen tersebut disampaikan Widoyono, saat memberikan sambutan pada “Pembinaan Pengurus Daerah IGRA Kota Semarang dan Pelantikan dan Rakerda Periode Tahun 2020 – 2025, yang berlangsung di aula lantai 8 Gedung Moch Ihsan Balaikota Semarang, Rabu (10/2/2021).

“Pemkot menyambut baik dan welcome pada para guru RA. Semoga ikhtiar ini sebagai amal dan dicatat dengan tinta emas,” jelasnya.

Acara yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat itu, dihadiri pula oleh walikota Semarang yang diwakili Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Kesra, Ketua Komisi D DPRD setempat, Diah Ratna Hari Murti, Kabag Kesra, Ali Sofyan, Kasi Dikmad, Moch Fatkhuronji, dan pengawas madrasah.

Widoyono menyatakan, pertemuan seperti ini sangat penting karena terkait dengan pendidikan di Kota Semarang. Selama ini, pihaknya telah memberikan “bisyaroh” kepada guru pendidikan keagamaan, termasuk guru Madin dan guru TPQ. Namun untuk guru yang tergabung dalam IGRA, sampai saat ini belum tersentuh.

“Segera buat proposal ke walikota terkait bisyaroh guru RA,” pesan Widoyono kepada ketua PD IGRA, Aminuddin, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Asisten 2, Widoyono menyatakan, kendati tidak bisa memberikan insentif langsung ke guru, namun pihaknya tengah mencari solusi dengan menggratiskan SPP siswa sehingga gurunya ikut terbantu. Sebab selama ini banyak SPP siswa yang bolong-bolong.

“Kami yakin, DPRD pasti mendukung, apalahi untuk mendorong ahlakul karimah. Karena itu, beri masukan untuk bahan diskusi di dewan,” sambungnya.

Sementara itu, Kakankemenag Kota Semarang, H. Mudi, menyatakan bangga dan berterima kasih pada komitmen walikota Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang mendukung dan menfasilitasi kegiatan Ikatan Guru Roudhotul Athfal (IGRA) Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang pun saat ini sedang menggodok dan mencari formula yang tepat untuk menfasilitasi tenaga pendidik yang tergabung dalam IGRA.

Menurut H. Muhdi, sampai saat ini, masih ada yang belum kenal dengan IGRA. Organisasi IGRA merupakan organisasi profesi sebagai wadah guru Roudhotul Athfal (RA), Bustanul Athfal (BA), dan Tarbiyatul Athfal (TA) untuk menyamakan visi, misi, dan persepsi di Kementerian Agama.

“Mudah-mudahan pertemuan ini penuh makna dan berkah. Para guru yang tergabung dalam IGRA merupakan warga Kota Semarang dan rakyatnya pak walikota,” tuturnya.

Kakankemenag juga menjelaskan tentang madrasah yang pembinaannya berada di bawah Kementerian Agama. Lembaga RA Kota Semarang semuanya berstatus swasta. Dari sejumlah 650 guru RA, hanya 11 orang yang telah diangkat jadi PNS.

“Baru kali ini IGRA difasilitasi Pemkot Kota Semarang. Semoga berlanjut demi memajukan anak bangsa di Kota Semarang,” harap Muhdi, penuh haru. (Amhal Kaefahmi/bd))