Ahmad Hidayatullah: Saat Dunia Bergolak, Tak Hanya Materi Yang Berubah, Tata Nilai Juga Berubah

Semarang – Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi pada Direktorat Kurikulum, Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ditjen Pendis Kemenag RI, Dr. H. Ahmad Hidayatullah menegaskan, proses pembembelajaran saat ini sudah tidak cukup lagi sebagai belajar mengajar dalam pengertian pengajaran.

Demikian dikatakan Kasubdit saat memberikan pengantar pada “Penyusunan Juknis Penguatan Pengembangan Karakter Siswa Madrasah Tahun 2021” yang dilaksanakan di Hotel Grand Tjokro, Yogyakarta, Kamis (25/3/21). Penyusunan Juknis menghadirkan tim narasumber dari IAIN Surakarta

Terjadi transformasi pengajaran menjadi pembelajaran, yang tak hanya membekali namun membekali anak terhadap proses berfikir dalam membaca keadaan dan kehidupan (literasi) dan memperhitungkan kehidupannya untuk mencari solusi.

“Tanamkan pada anak dalam berfikir dari mengenal, memahami, menganalisis, sampai mengkreasi dan mengenal materi pembelajaran dengan menghadapi fakta yang dapat menemukan konsep dan prosedur sehingga mempunyai kebiasaan sampai melihat pada metakognitif.” ungkap Ahmad Hidayatullah

Saat dunia bergolak, tak hanya materi yang berubah namun tata nilai juga berubah. Jika dulu ingin komunikasi dengan orang lain tak ada telepon kita enjoy saja, tak masalah, menunda waktu telkepon bahkan rela antri di wartel. Namun saat ini setelah ada HP, kita menjadi tak sabar.

“Budaya belajar yang kondusif adalah berfikir HOTS, karakter mulia menjadi basis proses pembelajaran harian,” sambungnya

Dalam pengantarnya, Kasubdit Kesiswaan pada Direktorat KSKK Madrasah, Nanik Pujihastuti menegaskan, penyusunan Juknis yang dilakukan ini merupakan upaya mewujudkan pedoman untuk karakter siswa yang diperkuat dan diilhami moderasi beragama. Pembelajaran di madrasah harus berkomitmen untuk mewujudkan siswa yang hebat bermartabat, cerdas dari aspek intelektualitas dan juga cerdas spiritualitasnya.

“Cerdas intelektual dan spiritual inilah yang jadi ciri khas madrasah,” tegasnya.

Sementara itu, pengawas Kemenag Kota Semarang, Amhal Kaefahmi yang ikut dalam pembahasan Juknis mengatakan, substansi tentang penguatan pengembangan karakter moderat ini sangat penting dan dibutuhkan untuk membekali anak sejak dini, terlebih di tengah kehidupan yang kompleks dan era digital ini.  (Amhal Kaefahmi/bd)