Bonsai Kelapa Hidroponik, Jadi Bahan Ujian Praktek Siswa MI Islamiyah 02 Rakit

Banjarnegara – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKKM) membuat mayoritas masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah. Salah satu kegiatan yang banyak digemari saat ini adalah bercocok tanam tanaman hias. Mengoleksi berbagai tanaman hias bisa menjadi salah satu hiburan bagi sebagian orang.

Hal inilah yang kemudian menginspirasi Sujiarto sebagai penanggungjawab kegiatan Ujian Praktek IPA di MI Islamiyah 02 Rakit untuk melaksanakan kegiatan menanam bonsai kelapa hidroponik. Kegiatan ini diikuti oleh 22 anak kelas 6 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yakni menjaga jarak dan memakai masker.

“Selain cara menanamnya yang cukup mudah, harga bonsai kelapa hidroponik ini cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibanding bonsai biasa,” tutur Sujiarto pada Sabtu, (6/3) saat kegiatan di MI Islamiyah 02 Rakit.

Pada umumnya, teknik hidroponik kebanyakan untuk menanam sayuran atau buah tanpa menggunakan media tanah yang saat ini terkenal dengan tren urban farming di perkotaan. Akan tetapi ternyata kita juga bisa terapkan system hidroponik untuk menanam tanaman hias.

“Menanam bonsai kelapa secara hidroponik bisa dimulai dengan kelapa yang telah bertunas. Lalu buka serabutnya dengan perlahan dan jangan sampai melukai tunasnya. Selain itu juga akar jangan sampai terputus. Rendam tunas kelapa dalam wadah yang berisi air yang dicampur dengan pupuk pellet, garam, vetsin dan 1 stimultan. Kemudian ganti air setiap seminggu sekali,” papar Sujiarto saat ditanya mengenai cara menanam bonsai kelapa hidroponik.

Beliau berharap setelah melakukan kegiatan ini anak-anak memiliki ketrampilan yang bisa di manfaatkan saat anak-anak berada diluar madrasah.(SM/mnh/rf)