Dibutuhkan Integritas dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Temanggung – Seorang guru, kepala atau pengawas membutuhkan integritas tinggi dalam penulisan dan publikasi ilmiah. Demikian disampaikan Ahmad Mukhdzir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung di depan para peserta diklat penulisan karya tulis ilmiah bagi guru, kepala dan pengawas madrasah, Selasa (09/03) di Aula STAINU Temanggung

Kepala Kantor mengatakan bahwa profesi guru, kepala dan pengawas hendaknya mampu menyemangati dirinya untuk berkarya dalam menulis, teori bisa dituangkan kedalam tulisan, dan kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk menggalakkan guru, kepala dan pengawas menulis, sehingga kedepan menulis menjadi mudah lebih-lebih menulis juga dapat melengkapi administrasi jenjang karir.

Selanjutnya ditegaskan bahwa tradisi menulis harus ditanamkan sejak dini kepada peserta didik. “Oleh karena itu guru harus memulai untuk membiasakan diri menulis sebelum membiasakan kepada peserta didiknya,” ujarnya. Lebih lanjut disampaikan kegiatan diklat yang ini merupakan kerjasama antara STAINU dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung.

Menurut Hamidullah Ibda selaku panitia kegiatan mengatakan diklat ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para guru, kepala dan pengawas madrasah dalam meningkatkan kemampuan untuk menulis karya tulis ilmiah.

“Kami akan memberikan fasilitasi pembimbingan kepada peserta diklat disamping¬† mempunyai kemampuan menulis juga publikasi ilmiah melalui jurnal atau buku, semoga dengan pelatihan menulis bagi guru madrasah ini, menjadi salah satu solusi agar guru paham dengan dunia menulis dan mampu memanfaatkan media massa seperti website madrasah untuk menyalurkan aspirasi dan atau ide-ide brilian guru selaku agen pembelajaran,” ungkapnya.

Pihak STAINU akan menyediakan fasilitas jurnal ilmiah dan penerbitan buku ber ISBN untuk mempublikasikan karya para peserta diklat. Kegiatan diklat berlangsung selama dua hari tatap muka dan selanjutnya akan diadakan pertemuan secara daring. Adapun sebagai narasumber Kepala Kemenag, Sugik, Hamdullah Ibda, Muh Syafik dari STAINU Temanggung.(nm/bd)