Guru dan Tenaga Kependidikan MAN 2 Kota Semarang di Vaksin -19

Guru dan Tenaga Kependidikan MAN 2 Kota Semarang melaksanakan vaksinasi covid-19 (05/03/21), di Puskesmas Bangetayu, Genuk, Kota Semarang. Sebagaimana diketahui, guru dan tenaga kepependidikan merupakan salah satu galongan masyarakat yang menjadi prioritas penerima vaksinasi agar pembelajaran secara tatap muka segera bisa dilakukan. Untuk bisa mendapatkan vaksinasi covid-19, Guru ASN dan Guru Tidak tetap cukup membawa identitas diri KTP ke lokasi vaksinasi karena sebelumnya seluruh nama sudah di daftarkan ke Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Menurut Hari Muryana Ketua Gugus Depan Penanganan Covid-19 madrasah menuturkan “ Sebelum vaksinasi, guru MAN dan tenaga Kependidikan mengikuti tahapan-tahapan sesuai dengan proses vaksinasi, dari pendataan identitas diri, tes fisik, screening atau wawancara sampai penyuntikan, hingga observasi selama 60 menit pasca vaksinasi.

Irfai, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan yang mendapat giliran awal vaksinasi covid-19 menyampaikan komentar, “Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah swt karena usai vaksinasi tidak ada keluhan apa-apa, hanya agak mengantuk dan sedikit panas suhu badannya, untuk itu pesan kami kepada teman-teman, yakinlah bahwa vaksin corona ini merupakan langkah tepat untuk mencegah penyebaran covid-19 semoga bermanfaat untuk kita dan keluarga,” ujar Irfai.

Selaras dengan Irfai, Ahmad Riyatno, guru mapel al-qur’an hadist yang juga sudah mendapatkan vaksin, menghimbau agar para guru dan tenaga kependidikan jangan ragu-ragu dan khawatir untuk divaksin, hal ini untuk menghindari diri kita dari terpapar virus covid-19. “Vaksin adalah upaya atau ikhitiar kita bersama agar diri kita dilindungi Allah swt dari virus corona, selain itu tentu kita juga senantiasa memohon perlindungan kepada Allah swt dan menjaga imunitas diri kita “. ucap ahmad  Riyanto

Seluruh warga madrasah berharap, semoga dua tahun kedepan seluruh rakyat Indonesia bisa di vaksin sehingga negara Indonesia akan kembali bangkit di seluruh sektor, termasuk pendidikan (Ahmad Riyatno-bd)