Muhdi : Mari Menjaga Level Kerukunan

Semarang – Setelah berhasil meraih Harmony Award 2020, langkah selanjutnya yang patut diusahakan adalah menjaga atau mempertahankan level kerukunan ini, jangan malah menjadi turun, demikian harap Muhdi, selaku Kepala Kantor Kemenag Kota Semarang dalam sambutan dalam acara Dialog Kerukunan Umat Beragama dengan tema Moderasi dan Harmonisasi Kerukunan Umat Beragama di Aula Kemenag pada Rabu (10/3) kemarin.

Kegiatan yang dihadiri oleh 40 peserta ini terdiri dari tokoh-tokoh agama dari berbagai ormas-ormas atau majelis tinggi agama-agama, seperti FKUB, MUI, NU, Muhammadiyah, PGKS, Kevikepan, Walubi, PHDI, Matakin dan tokoh agama di Kelurahan Sadeng Gunungpati yang pada tahun 2019 ditetapkan sebagai Kelurahan Sadar Kerukunan, ungkap Ketua Panitia, Rahmat Pamuji melaporkan.

Dihadirkannya tokoh-tokoh agama ini sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat beragama di Kota Semarang dalam upaya merawat kerukunan dan kondusifitas, tutur Abdul Haris, selaku Kepala Badan Kesbangpol Kota yang didapuk sebagai salah satu narasumber.

Untuk menjaga kondusifitas lainnya adalah melakukan deteksi dini pergerakan kelompok-kelompok intoleran dengan upaya rutin membangun komunikasi pada mereka berkunjung pada titik-titik yang patut disambangi, imbuh narasumber lainnya, AKBP Sanmadi  Kasat Binmas Poltestabes Semarang.

Tak kalah sigapnya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) juga secara rutin memantau pergerakan kelompok-kelompok yang cenderung intoleran sebagai penerapan dari early warning system guna mencegah konflik yang bernuansa agama, terang Ketua FKUB, H. Mustam Aji.

Dengan tidak bosannya saling berdialog seperti ini sangat diharapkan jalinan komunikasi lancar juga penanaman moderasi beragama, yang setidaknya melalui tokoh agamanya lebih dahulu dapat membuahkan masyarakat beragama yang moderat, mempersempit perilaku ekstrim dan tumbuhnya sikap santun saling menjaga keharmonisan, pungkas Muhdi. (sya/bd)