Penyuluh Agama Siap Jadi Benteng 4 Pilar Kebangsaan

Semarang – Pancasila dilahirkan oleh tokoh-tokoh bangsa atau negarawan yang religius, bukan sekuler. Nyatanya dalam Sila Pertama menyebutkan Tauhid yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itulah peran Penyuluh Agama sangat vital sebagai benteng menjaga pilar kebangsaan, demikian pesan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid secara virtual dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Muria Semarang, Senin (8/3).

“Sosialisasi ini bisa diinternalisasi dalam buku ajar, baik dalam lingkup Kementerian Pendidikan & Kebudayaan maupun di Kementerian Agama”, imbuh Ketua MPR RI periode 2004 – 2009 tersebut.

Kegiatan yang dihadiri oleh 180 peserta ini terdiri dari berbagai ormas antara lain Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Badko TPQ, Salimah, KPMPKH, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Yayasan SBI, dan Sekolah Ibu Sendangmulyo serta Pendamping PKH, terang Agus Purnomo selaku Ketua Panitia.

Selain terkait penjelasan Sila Pertama, KH. Buchori, selaku Anggota MPR RI juga menjelaskan pengertian “Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa…” dalam pembukaan UUD 1945, yang mana terkait pentingnya religiusitas terlibat dalam kekuasaan negara. Oleh karenanya peran dari agamawan perlu mendapatkan porsi dan posisi yang selayaknya, imbuhnya.

Saat session pertanyaan, Mubasyir  selaku Ketua FKPAI memberikan respon berupa harapan agar 50.000 Penyuluh Agama Islam Non PNS diangkat menjadi PPPK yang kemudian oleh narasumber akan segera dipertimbangkan aspirasi tersebut sebagai wujud azas keadilan.

Kegiatan yang diadakan oleh Yayasan Bersama Senyum Indonesia ini memang dimaksudkan untuk menampung aspirasi umat Islam agar mampu memberi andil optimal dalam pembangunan negeri.(sya/ )