Pupuk Kerukunan Antar Umat Beragama, FKUB Kunjungi Vihara Sradha Dhamma

Wonogiri – Dalam rangka menjaga dan memantapkan kerukunan umat beragama, Jajaran FKUB Wonogiri mengadakan kunjunganke vihara Sradha Dhamma, Pokoh  Wonoboyo, Wonogiri, Kamis, (18/03). Turut hadir dalam acara tersebut anggota FKUB lintas agama, pengurus Viraha, kepala kelurahan Wonoboyo dan jajaran.

Ketua FKUB Kabupaten Wonogiri, H. Sutopo Broto mengungkapkan bahwa kunjungan pengurus FKUB tersebut dalam rangka melakukan verifikasi permohonan rekomendasi sebagai persyarakat pengajuan IMB ke Bupati dan hasil verifikasi vihara tersebut berdiri dan di gunakan untuk beribadat umat budha puluhan tahun yang lalu sebelum PBM di terbitkan. Kegiatan sekaligus di gunakan sebagai ajang silaturahmi kepada umat Buddha di Kabupaten Wonogiri.

Menututnya membangun kerukunan umat beragama perlu adanya langkah-langkah untuk saling mengenal dan memahami, tidak hanya antar tokoh agama tapi tidak kalah pentingnya adalah kepada umatnya.

Menurutnya kegiatan kunjungan ini juga sebagai wahana menjalin persatuan antar umat dan antar agama serta menjalin komunikasi dengan lembaga keagamaan. “Anjangsana atau silaturahmi ini menjadi media strategis untuk menjalin silaturahmi, komunikasi dan jejaring kami dalam rangka membuka diri. Menyatukan pemahaman terkait perbedaan, memahami hidup bermasyarakat serta pergaulan hidup dalam aspek keagamaan dan keyakinan,” ungkap H. Topo.

Lebih lanjut dikatakan, umat dan pemerintah penting untuk bersinergi dalam mewujudkan kebersamaan dan kerukunan umat beragama. “Tokoh agama, umat dan pemerintah harus bersinergi dalam membangun kerukunan dan kebersamaan kehidupan beragama. Agar sinergi antara tokoh agama, umat dan pemerintah semakin kuat maka diperlukan solidaritas yang mantap,” lanjutnya.

Dalam acara tersebut juga di lakukan dialog dan saling tukar wawasan di anatara tokoh umat beragama yang hadir. Bahkan ketua FKUB Wonogiri juga menanyakan adakah kendala atau keluhan dari warga. Di jawab kepala Kelurahan Wonoboyo dan pengurus Vihara tidak ada. Bahkan dalam even-event tertentu diadakan bakti sosial dan saling berbagi.(Mursyid/Sua)