Tadarus Al-Qur’an, Mengawali Pengajian Rutin Kemenag Kendal

Kendal – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal kembali menggelar pengajian rutin bulanan, setelah sempat ditiadakan semenjak adanya pandemi Covid-19. Dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan yang harus dilakukan, ASN Kemenag mengawali pengajian dengan tadarus Al Qur’an bersama di aula kantor setempat, Rabu (31/3).

Pelaksanaan program pengajian rutin ini sebagai bentuk terjalinnya kekeluargaan dan silaturahmi antar pegawai serta tentu saja melalui pengajian ini ASN akan mendapat wawasan lebih, guna meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran syari’at Islam terutama terkait dengan amaliah sehari-hari.

Dalam sambutannya Kepala Kemenag Kendal, H. Mahrus mengajak ASN gemarkan motivasi diri untuk mengaji, tidak hanya di lingkungan kerja saja tetapi di tengah masyarakat agar eksistensi Kemenag di masyarakat bisa mewarnai kehidupan antar umat beragama.

“Melalui pengajian rutin ini insyaAllah kita membangun karakter diri untuk lebih taat beribadah dan berakhlak mulia, serta mampu untuk berpartisipasi secara aktif dalam meningkatkan syiar agama islam di lingkungan masing-masing,” terang Mahrus.

Bulan Sya’ban telah tiba, itu artinya sebentar lagi umat muslim akan menyambut bulan suci Ramadhan. Pada bulan bulan istimewa ini tentu sebagai insan yang beriman haruslah memperbanyak ibadah, salah satunya dengan tadarus Al-Quran. Pada dasarnya tadarus Al-Quran adalah ibadah yang tidak terikat waktu tertentu, setiap orang yang memperbanyak tadarus Al-Quran akan mendapat faedah tersendiri. Namun dalam Islam, memang diakui ada beberapa tempat dan waktu yang memiliki kekhususan ketika dilakukan ibadah di dalamnya. Seperti kemuliaan waktu ibadah pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan, keutamaan beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi dan sebagainya.

Kakan Kemenag, H. Mahrus menambahkan dengan tadarus Al-Qur’an, kandungan hikmah yang termuat dan terkumpul di dalam Al-Qur’an dapat menjadi kompas penunjuk jalan menuju kebenaran. Sebagai pedoman hidup jangan sampai kita berpaling dari Al-Qur'an. Jangan pernah bosan untuk terus membaca Al-Qur'an, terus belajar, menulis serta menghafalnya.

“Terkadang walaupun umat Islam sudah mengetahui bahwa Al-Qur'an merupakan pedoman hidup, namun tak sedikit yang meninggalkannya, malas membacanya, mempelajarinya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan banyak sekarang ini Al-Qur'an hanya dijadikan sebagai pajangan dilemari saja, nah itu jangan sampai kita termasuk didalamnya,” pungkasnya. (bel/rf)