Daring, Siswa Berhak Terima Pelajaran dan Guru Wajib Berikan Pelajaran

Banjarnegara – Masa Pandemi yang belum berakhir membuat pembelajaran belum bisa dilakukan dengan tatap muka langsung. Diperlukan ide yang kreatif dan inovatif bagi madrasah untuk bisa tetap melakukan pembelajaran. MIM Karangtengah senantiasa konsisten melakukan pembelajaran daring setiap harinya.

Saat wawancara Rabu ini (7/4), Kepala Madrasah Urip Hidayati menjelaskan bahwa walaupun tidak ada tatap muka pembelajaran harus tetap berlangsung, karena peserta didik mempunyai hak untuk menerima pelajaran, dan guru berkewajiban untuk memberikan pelajaran,

“Menerima pelajaran adalah hak setiap peserta didik dan mengajar adalah kewajiban guru, dalam situasi apapun kegitan pembelajaran harus tetap dilaksanakan” jelasnya.

Untuk bisa melakukan pembelajaran daring banyak hal disiapkan, dan yang paling penting adalah kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran yang disampaikan secara daring. Untuk mengatasi hal tersebut diawal semester MIM Karangtengah telah mengadakan pelatihan pembuatan media pembelajaran bagi seluruh guru.

Pembelajaran daring di MIM Karangtengah dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi youtube, whatshap dan juga googleform. Materi pembelajaran yang telah dibuat guru, diunggah ke akun youtube yang dimiliki guru, kemudian dishare kepada peserta didik melalu grup whatsap kelas. Bagi guru yang belum mempunyai akun youtube menggunakan akun youtub Madrasah.

Selain itu untuk berkomunikasi langsung dengan peserta didik guru menggunakan Grup whatsapp untuk melakukan video call. Dalam penilaian guru menggunakan google form sehingga akan mudah ketika melakukan perekapan nilai.

Dalam pelaksanaan pembelajaran daring memang ditemukan beberapa kendala, tapi semua kendala tersebut bisa segera diatasi. Lina salah satu guru kelas 5 menjelaskan pelaksanaan daring secara umum sudah berjalan baik dan dapat diikuti oleh peserta didik, walaupun kadang ada kendala.

“Alhamdulillah pembelajaran daring sudah berjalan baik, kendala yang timbul kadang adalah adalah keterbatasan kuota internet di gaget peserta didik, tapi itu bisa segera diatasi dengan memberikan solusi kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Urip Hidayati selaku kepala madrasah merasa bersyukur karena disituasi seperti ini guru secara konsisten untuk tetap mengajar peserta didik. “Dengan model pembelajaran daring yang inovatif akan membuat peserta didik untuk tetap semangat belajar,” pungkasnya.  (BS/mnh/rf)