Kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Semarang Hasilkan Sertifikat Tashih Mushaf At Tarbiyah

Semarang –  Rabu (31/3) merupakan hari bersejarah di dunia pendidikan khususnya di Kota Semarang, karena pada hari tersebut Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang darii hasil kerja kolaborasi bersama Kementerian Agama Kota Semarang menerima sertifikat tanda tashih dari Lajnah Pentashih Mushaf al Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI yang bertempat di Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Gunawan Saptogiri, SH.MM. dalam sambutannya menjelaskan awal mula mushaf at-Tarbiyah. “biasanya KKG PAI SD melalui kegiatan lomba menulis al-Qur’an dalam MAPSI secara rutin diadakan tiap tahun, kemudian muncul ide dari KKG PAI Kota Semarang bersama Disdik dan Pengawas PAI, bagaimana kalau hal ini langsung menulis al-Qur’an secara keseluruhan, jadi setiap siswa sudah mendapat tugas sendiri-sendiri. Alhamdulillah ini bisa berjalan dengan baik meskipun dengan segala kekurangannya. karena yang namanya anak-anak SD pasti belum begitu professional” Ujarnya.

Selain itu Kadinas, diungkapkan rasa bangga dan bersyukur oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muhdi di sela-sela kegiatan penyerahan sertifikat, bahwa “prestasi ini merupakan bukti keseriusan para guru PAI bersama para Pengawas PAI dalam menorehkan prestasi yang bernilai amal jariyah”.

Hal senada disampaikan ucapan terimakasih dari Bapak Walikota Semarang  dan Ibu Wakil Walikota Semarang kepada LPMQ Kementerian Agama RI. “Kami sangat senang dan bahagia sekali atas prestasi yang diraih oleh Dinas Pendidikan atas hasil karya dari anak-anak SD di Kota Semarang”. Ini baru satu-satunya di Indonesia, prestasi yang luar biasa”., tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Tutik Nurhayati, M.Ag selaku Kasi Pentashihan Mushaf Al Qur’an LPMQ Kemenag RI menyampaikan sambutan bahwa tugas dan fungsinya lembaga pentashih. “Kami bertugas melakukan layanan pentashihah dari seluruh penerbit yang akan menerbitkan mushaf al-Qur’an itu harus melalui pintu kami, dan out putnya kami akan menerbitkan surat tanda tashih yang nanti akan disertakan di mushaf yang akan dicetak”. Kalau mau beli mushaf al-Qur’an itu, dilihat terlebih dahulu ada tanda tashihnya dari LPMQ apa tidak? Kalau tidak ada sebaiknya jangan dibeli karena kami tidak ikut bertanggung jawab. Itu artinya mushaf tersebut belum melalui pemeriksaan dari kami” ucapnya.

Selain itu Nurhayati juga menceritakan terkait proses pentashihan mushaf at-Tarbiyah yang berproses selama 1 tahun persis. Jadi ketika naskah ini kami tashih tentu banyak sekali koreksian Saya salut tim nya yang dikomdandani oleh Muhyidin seorang GPAI yang tanpa kenal lelah bolak-balik, kita suruh ganti diganti, kita suruh print ulang diprint ulang. Kami sangat menyambut baik karena ini bagian dari  syiar Islam. Hal ini menjadi bagian dari kegiatan bagaimana membumikan rasa al-Qur’an dalam diri kita untuk menjaga, melestarikan dan membacanya.

“Saya berharap sebelum naskah ini betul-betul digandakan atau dicetak banyak, baiknya ada uji cetak, jangan banyak dulu nyetaknya, barangkali nanti ada perbaikan, jadi nanti tidak terlalu banyak perbaikannya, cukup perbaiki masternya” pungkasnya.

Dari anggota LPMQ lainnya Anton Jailani, MA. menyampaikan hasil review terkait mushaf at-Tarbiyah. “ada beberapa yang masih saya temukan, meski tanda tashih sudah diterbitkan, nanti saya mohon dari tim internal dari Disdik dan Pokjawas serta KKG PAI bisa memeriksa ulang,”, apapun yang ditemukan tolong konfirmasikan kepada kami, tekannya.

Disampaikan juga oleh beliau, beberapa contoh kesalahan dalam penulisan, disarankan agar asas kehati-hatian harus selalu diperhatikan, kita harus sabar mengurusi al-Qur’an.

Beliau juga berpesan jika mushaf ini ingin dikembangkan, yang pertama kembangkan fontnya. karena fontnya masih standar. harus kembangkan aplikasinya. Selain itu eliminasinya diusahakan tentang pendidikan Kota Semarang, dicarikan yang lebih berkarakter tentang kota semarang.

“Semoga mushaf at-Tarbiyah bisa menjadi produk unggulan, bisa digunakan dalam rangka menunjang proses pendidikan dan pembelajaran di Kota Semarang khususnya, barangkali bisa eksodus keluar Kota Semarang. dan jangan lupa nanti dikembangkan agar lebih baik” imbuhnya.

Dengan diterbitkannya sertifikat tanda tashih, semoga Mushaf at-Tarbiyah bermanfaat dan berkah membawa kemajuan pendidikan di Kota Semarang. Hal ini juga menambah semangat lagi untuk melakukan kegiatan yang memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan.

(M.Rokhimin GPAI SDN Tlogosari Wetan 01 /Faojin/bd)