Seminar Enterpreneurship Kewirausahaan MAN 2 Kota Semarang

Semarang– OSIS MAN 2 Kota Semarang bidang Keterampilan dan Kewirausahaan mengadakan seminar enterpreneurship, kewirausahaan yang di tujukan bagi pengurus OSIS dan perwakilan kelas di lantai dua kelas XI IPS 2 dengan protokol kesehatan ketat. Seminar yang berlangsung selama tiga jam (09.00-12.00 WIB) dengan nara sumber Nur Ro’yah, SE, MM dan di bantu beberapa mahasiswi enterpreuner muda dari UIN Walisongo Semarang. Ro’yah menuturkan “ Bahwa semangat dan mental wirausaha berada di urutan pertama kunci suksesnya wirausaha. Siswa dapat memanfaatkan barang-barang bekas dan di daur ulang di buat barang seni yang menarik untuk di jual kepada masyarakat. Berwirausaha memang harus dari yang kecil hingga berkembang menjadi besar. Ro’yah mengambil contoh kisah tokoh konglomerat, Chairul Tanjung yang bermental pemenang. Chairul Tanjung yang berulang kali juga merasakan jatuh bangun dalam dunia usaha, akhirnya sukses bahkan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Ro’yah juga berpesan kepada peserta seminar untuk segera memulai wirausaha jika anilisanya sudah dilakukan.

Vara pengurus OSIS, peserta seminar menanyakan kepada nara sumber “ Bagaimanakah cara mengatur waktu berwirausaha, sementara tahun 2020,2021 masih masa pandemi covid-19. Ro’yah menjawab dengan tangkas, Siswa MAN 2 sudah banyak yang melaksanakan wirausaha diantaranya menjual pulsa seluler, makanan, minuman yang dititipkan di warung maupun koperasi sekolah sebelum pandemi covid-19, bahkan ada siswa menjadi operator Pertamini milik orangtuanya. Memulai wirausaha sebagai siswa tidak berarti pasarnya ada di sekolah melainkan juga di tetangga rumah dan masyarakat tegas Nur Ro’yah.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan, Irfai menuturkan “ Semangat kewirausahaan harus di mulai sejak belia karena kita juga mencontoh Nabi Muhammad saw yang juga berdagang sejak muda dan mengembangkan sampai wilayah di luar Mekah yang akhirnya mengantarkan Nabi Rasul dan Isterinya Siti Khodijah sebagai konglomerat sukses dan ternama pada zamannya (Ahmad Riyatno-bd)