Siswa MTsN 2 Kota Magelang Menjadi Nominasi Puisi Terbaik Tingkat Nasional

Kota Magelang – Festival Literasi Nasional merupakan acara puncak pertemuan, pembelajaran, penghargaan dan penganugerahan atas setiap program-program literasi yang diselenggarakan oleh GMB-Indonesia sepanjang tahun. Melalui acara ini, GMB-Indonesia menciptakan ruang yang mempertemukan pegiat literasi dan pendidikan di seluruh Indonesia untuk berbagi inspirasi dan suka cita bersama.

Salah satu cabang dari Festival Literasi Nasional adalah lomba menulis puisi. Pendaftaran yang telah dibuka sejak bulan November 2020 lalu, diikuti oleh para peserta dari penjuru nusantara. MTs Negeri 2 Kota Magelang menghitung dengan mengirimkan 50 karya puisi yang dijadikan antologi kepada panitia Festival Literasi Nasional melalui online. Selama seleksi pose, panitia selalui penyelenggaraan webinar online dengan menggunakan zoom room meeting dengan para peserta. puncak acara program-program GMB-Festival Literasi Nasional berlangsung selama tiga hari dari tanggal 21-23 Maret 2021. Pada acara puncaknya Selasa (30/03) panitia mengumumkan sepuluh nomine puisi terbaiknya, dimana ananda Aisyah Ayu Nugraheni dengan judul puisi “Genggaman Untuk Pulang ”berada diurutan kedua. Dengan demikian, Siswi MTsN 2 Kota Magelang itu berpeluang menjadi pemenang puisi terbaik dalam kategori SD, SMP dan SMA di tingkat nasional.

Kepala Kankemenag Kota Magelang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rifkadi Kepala MTsN 2 dan guru pembimbing atas prestasi yang diraih siswinya. Kepada seluruh civitas akademi, Sofia Nur juga menghimbau para guru untuk lebih cermat dalam pemeliharaan dan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh muridnya. “Potensi dan bakat yang ada pada siswa siswi haruslah menjadi pengamatan guru, agar dapat dibina sejak dini dan berprestasi secara optimal. Jangan sampai bakat dan potensi murid tidak diketahui oleh gurunya, sehingga menjadi sia-sia ”tegas Sofia Nur. “Prestasi ananda Aisyah Ayu Nugraheni haruslah menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik, tidak hanya di MTsN 2 saja, tetapi harus menjadi inspirasi bagi seluruah madrasah yang ada di Kota Magelang” tambah Sofia Nur. (Hari)