Sinergitas KKMI Banjarnegara Peduli Korban Longsor Siswa MIM Pagentan

Banjarnegara – Selasa, (30/11) KKMI (Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah) bersama pengurus harian dan beberapa perwakilan dari Kepala dan guru bersama – sama mengunjungi korban tanah longsor Pagentan yang menelan 4 korban jiwa sekaligus. Kejadian ini menimpa salah satu keluarga madrasah, khususnya keluarga siswa yang bernama Olivia dari MI Muhammadiyah Pagentan.

Eko Sujatmiko, selaku ketua KKMI Kabupaten Banjarnegara dalam setiap musibah yang menimpa siswa ataupun guru madrasah selalu mengerakkan dan mengajak rekan KKMI Kecamatan se Kabupaten untuk berempati, dengan menggalang dana dari siswa dan guru madrasah Ibtidaiyah se Kabupaten Banjarnegara melalui KKMI Kecamatan masing – masing. Hal ini sudah menjadi kewajiban sesama muslim untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dengan meringankan beban dan kebutuhan kelangsungan hidup korban.

Pada musibah longsor pagentan setengah bulan lalu yang dialami oleh Olivia, siswa yang sudah kehilangan pula kedua orang tuanya setahun lalu, kali ini harus kehilangan lagi kakak tercintanya Alvino (11tahun). Benar – benar ini sangat mengetuk hati keluarga besar Madrasah. Kepedulian dan Sinergitas KKMI ini diwujudkan dalam bentuk Bhakti Sosial pemberian tali asih.

Bersyukur saat mengunjungi rumah keluarga Olivia (9 th) yang tengah duduk di kelas III ini, mau turun menemui rombongan dari KKMI Banjarnegara. Yang sebelumnya tidak pernah mau menemui karena kondisi psikis yang belum stabil atau trauma.

Olivia adalah satu – satunya korban yang selamat dari kejadian ini masih sangat perlu pendampingan secara psikologis dan harus sering – sering diajak berkomunikasi, bermain sebagai trauma healing untuk bisa menyembuhkan beban yang menggoncang jiwa atas kejadian longsor tersebut.

“Kehadiran kami kesini selain memastikan kondisi Olivia, juga wujud empati kami kepada keluarga, doa dari kami terus mengalir dan semoga bantuan dari kami bisa meringankan kebutuhan. Mudah – mudahan Allah memberikan kesabaran dan menjadikan hikmah dibalik ujian musibah ini,” ucap Eko dalam sambutannya.

Aby (kakak Olivia) yang saat itu selalu disamping Olivia menunjukkan rasa sayangnya pada adiknya, mengungkapkan rasa terimakasihnya ke rombongan KKMI sampai tidak kuasa menahan tangis saat menjawab sambutan dari ketua KKMI, sehingga diwakili oleh Nur Farida, guru Olivia. Harapan dari KKMI, semua guru – guru MIM Pagentan selalu menghibur menengok kondisi Olivia agar ceria dan semangat seperti sedia kala meskipun itu butuh proses. (wk/ak/rf)