Asesmen Kompetensi Guru, Penentu Madrasah yang Berkualitas

Banjarnegara – Pentingnya Asesmen Kompetensi Guru (AKG) penentu madrasah yang berkualitas khususnya di Kabupaten Banjarnegara. Madrasah yang berkualitas akan tumbuh dan berkembang apabila guru dan tenaga yang lain mempunyai kompetensi yang mumpuni.

Kegiatan AKG digelar serentak dua hari. Mulai tanggal 18 – 19 Desember 2021. Semula tertunda dari tanggal 22 November dikarenakan sistem belum siap.

Ujian AKG diikuti 76 peserta yang terdiri dari guru MI, MTs,  dan Kepala Madrasah.  Guru MI dengan kategori guru kelas dengan kategori literasi, numerasi dan sains. Untuk jenjang MTs adalah guru mapel Bahasa Indonesia,  Bahasa Inggris, Matematika, llmu pengetahuan Alam (IPA) , Guru Bimbingan Konseling (BK), dan kepala madrasah.

Pelaksanaan AKG untuk hari pertama dibagi menjadi 3 sesi. Hari pertama 60 peserta mengikuti ujian dengan jumlah tiap sesi sebanyak 20 guru. Hari kedua sebanyak 20 peserta.

“Jadwal untuk hari pertama sesi 1 pukul 08.30 -10.30, sesi 2 pukul 11.00 – 13.00, sesi 3 pukul 13.30 -15.00, Hari kedua hanya 20 peserta yang dimulai pukul 08.30-10.30,” ungkap Rofiko pengawas dari Pendidikan madrasah Kemenag Kabupaten Banjarnegara.

Dikatakan pula, asesmen kompetensi guru dan kepala madrasah bertujuan mengetahui tingkat kompetensi yang dimiliki sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan jenis pembinaan pada Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Rofiko selama monitoring pelaksanaan AKG menghimbau peserta untuk mentaati protokol Covid-19. “Peserta wajib mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak dengan peserta yang lain,” jelasnya.

Menurutmya, peserta dapat melihat hasil AKG melalui akun simpatika masing-masing. Hasil asesmen bukan lulus dan tidak lulus. Akan tetapi menggunakan perdikat atau level.

Ada 4 Predikat dan Level Pendampingan AKG. Predikat Mahir (M) dengan rentang nilai 76 – 100. Predikat Terampil (T) dengan rentang nilai 51-75. Predikat Cakap (C) dengan rentang nilai 26-50. Predikat Berkembang (B) dengan rentang nilai 0-25.

Pentingnya Asesmen Kompetensi Guru, Penentu Madrasah yang Berkualitas upaya membangun sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. Hal ini sebagai penentu kualitas penyelenggaraan pembelajaran di madrasah.

Habit dan budaya kualitas harus tumbuh di kalangan guru-guru madrasah. Makanya, hasil asesmen akan menjadi dasar kebijakan Kemenag kedepannya. (dw/ak/rf)