Berdarah-darah, Perjuangan Pebulutangkis MAN 2 Banjarnegara Raih Juara POSMAN

Banjarnegara – Sabtu (11/12), Pebulutangkis tunggal putra MAN 2 Banjarnegara berhasil menyumbangkan medali emas. Hal tersebut dipastikan setelah mengalahkan lawan sangat berat dari MAN 1 Cilacap. Bermain di Gor Pemuda Banjarnegara tanpa dukungan sporter Ilyas Setyo Waliyudin atlet tunggal putra bulu tangkis MAN 2 Banjarnegara menuntaskan pertandingan dengan rubber game. Medali emas ini merupakan medali emas kedua setelah tenis meja terlebih dahulu menyumbangkan emas bagi Madrasahnya Para Juara dalam POSMAN (Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Aliyah Negeri) 2021.

Perjuangan Ilyas memperoleh medali emas dibilang sangat berat. Harus menjalani babak pendahuluan, dia harus menyelesaikan tiga partai untuk berlaga di partai final. Terlebih di babak semifinal menghadapi lawan tangguh dari Purbalingga. Sedangkan pemain Cilacap hanya bermain dua kali tanpa menemui lawan sepadan.

Harus menyerah di set pertama dengan skor 16 – 21 tak membuat Ilyas patah semangat. Walau berjuang dengan sisa-sisa tenaga dan disertai jatuh bangun di partai final. Dia dapat bangkit merebut set kedua dengan skor tipis 21-18. Hingga akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan skor 21 – 15 di set ketiga.

Pembina bulu tangkis MAN 2 Banjarnegara Muhammad Subhan tidak menargetkan juara pada anak binaannya. Paham dengan kondisi fisik Ilyas yang terkuras di babak semifinal. Terlebih melihat lawannya merupakan jebolan Axis Jakarta. “Saya sampaikan kepada Ilyas nothing to lose saja, tidak perlu muluk-muluk cukup bermain sebaik mungkin dan berikan semua kemampuan kamu,” ungkapnya.

Subhan sangat mengapresiasi kemenangan Ilyas di partai final. Kemenangan ini tidak terlepas dari perjuangan luar biasa dan pantang menyerah dari pemain. “Walau harus dengan susah payah dan berdarah-darah alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah di luar prediksi semua orang Ilyas dapat meraih kemenangan,” pungkasnya. (ar/ak/rf)