Kemenag RI gelar Webinar HUT DWP ke-22

Semarang — Dalam rangka memperingati HUT DWP Ke-22, DWP Kemenag RI menyelenggarakan Webinar Nasional dan talkshow yang bertemakan Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia melalui Kesehatan Mental dan Pemulihan Bisnis UMKM, pada Kamis (9/12) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline di Auditorium KH. M. Rasjidi Kemenag RI dan juga secara online.


Dwi Yuliarti, Ketua DWP Kemenag Kota Semarang mengimbau kepada jajarannya untuk mengikuti kegiatan Webinar Nasional DWP Kemenag RI melalui zoom meeting dan live streaming channel youtube DWP Kemenag RI.
“Bagi Ibu-ibu yang memiliki waktu luang, mohon kiranya untuk mengikuti kegiatan Webinar Nasional DWP Kemenag RI ini, dikarenakan narasumber dan tema yang diusung sangatlah menarik. Harapannya peserta dapat menggetoktularkan ilmu yang didapat dari kegiatan tersebut,” imbau Yuli.


Syafiatun salah satu pengurus DWP Kemenag Kota Semarang di bidang sosial budaya menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh DWP Kemenag se Indonesia, Penasehat DWP seluruh Kementerian dan DWP Pemerintah Pusat dan Provinsi se-Indonesia.
“Ada 610 peserta yang mengikuti webinar ini melalui zoom meeting,” kata Sofi, panggilan akrab Syafiatun.
Hj. Eny Yaqut Cholil Qoumas, Penasehat DWP Kemenag RI dalam sambutannya mengajak seluruh anggota DWP untuk memberdayakan diri melalui organisasi DWP.


“Atas nama DWP Kemenag, ijinkan Saya mengajak Kita semua untuk memberdayakan diri Kita sebagai perempuan dengan memanfaatkan organisasi DWP yang Kita cintai ini, dengan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah ilmu, memperluas wawasan dan memperdalam iman Kita kepada Tuhan YME,” ujar Eny.


Ditambahkan Eny, DWP merupakan organisasi masyarakat yang mandiri dan netral, sebagai abdi negara yang mendukung program pemerintah.
Turut hadir Ketua Umum DWP Pusat, Ny. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Erni menerangkan, HUT DWP ke-22 ini, mengusung tema Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia melalui Kesehatan Mental dan Pemulihan Bisnis UMKM.


“Tema ini sengaja Kami angkat untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan memastikan bahwa program-program kerja DWP saat ini dan kedepan senantiasa berorientasi untuk mewujudkan kesejahteraan anggota, keluarga dan masyarakat, melalui pendidikan, ekonomi dan sosial budaya,” tutur Erni.


Dijelaskan Erni, perempuan pelaku usaha dimana mayoritas pada sektor UMKM, memiliki peran dan potensi yang sangat besar dalam menopang perekonomian bangsa terutama pada era pandemi.
Aisah Dahlan praktisi neuroparenting skill, yang didapuk sebagai narasumber pada webinar ini menyampaikan materi Teknik Manajemen Emosi.
“Penting untuk mengendalikan emosi, karena melalui pengendalian emosi ini akan menghasilkan hormon-hormon baik. Emosi tidak semuanya negatif, ada emosi yang dikategorikan positif seperti semangat, penerimaan, syukur dan ikhlas,” jelas Aisah.


“Dengan Teknik manajemen emosi yang baik, perempuan akan terhindar dari depresi sehingga menghasilkan mental yang sehat dimana akan berdampak memberikan energi atau aura positif kepada keluarga dan lingkungannya,” imbuh Aisah.


Selaras dengan tema peringatan HUT DWP tahun ini yaitu, pemulihan Bisnis UMKM, Kemenag memiliki program Sehati (Sertifikasi Halal Gratis). Program ini merupakan salah satu program unggulan Kemenag dalam merecovery keterpurukan UMKM di masa pandemi saat ini.


Talkshow yang diadakan pada kegiatan webinar ini menghadirkan Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Kemenag, Mastuki dan Alisa Wahid , Tim Ahli Pokja Moderasi Beragama Kemenag.


Dalam talkshow tersebut, Mastuki menyampaikan, Program Sehati merupakan hasil koordinatif dari beberapa kementerian terkait.
“Program Sehati bukan ansif milik Kemenag, tetapi Kemenag sebagai leading sektor dalam memfasilitasi sertifikasi halal bagi UMK,” terang Mastuki.


Ditambahkan Mastuki, pelaku UMK mayoritas adalah perempuan.
“Kita ketahui bahwa pelaku UMK terbesar adalah perempuan yang memiliki daya juang lebih tinggi di era pandemi saat ini. Oleh karenanya Kemenag menggandeng organisasi-organisasi perempuan untuk mensukseskan program Sehati,” imbuh Mastuki.


Sofi yang juga berprofesi sebagai penyuluh agama Islam pada Kemenag Kota Semarang, merasa tergugah untuk ikut serta andil dalam memsukseskan program Sehati, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Mastuki pada talkshow .
“Pak Mastuki mengajak kepada seluruh penyuluh agama Islam untuk menjadi verifikator dan validator bagi pelaku UMKM dalam pengajuan sertifikasi halal,” ucap Sofi.


Menurutnya, hal ini tepat sasaran, dikarenakan penyuluh agama Islam bergerak sampai dengan tingkat kecamatan, sehingga akan sangat efektif bila program Sehati ini melibatkan penyuluh agama Islam.
Kegiatan webinar nasional ditutup dengan talkshow mengenai Peran Perempuan Indonesia dalam Penguatan Moderasi Beragama. Alissa Wahid, Tim Ahli Pokja Moderasi Beragama Kemenag RI, menuturkan peran penting perempuan sebagai katalisator dalam penguatan moderasi beragama.


Perempuan memiliki tiga peran penting yaitu sebagai personal, peran publik dan peran dalam keluarga, demikian disampaikan Alissa. Oleh karenanya, perempuan memiliki andil yang sangat besar dalam pembentukan karakter berbangsa dan bernegara bagi putra-putrinya sebagai generasi penerus bangsa, melalui penanaman semangat moderasi beragama sejak dini.


“DWP diharapkan hadir sebagai penggerak moderasi beragama, perempuan jangan hanya sholihah tetapi harus muslihah. Tidak hanya baik tetapi dapat memberikan kebaikan kepada lingkungan sekitarnya, dimulai dari lingkungan keluarga,” himbau Alissa.


Dalam talkshow ini, Alissa juga berbagi tip kepada anggota DWP Kemenag bagaimana menanamkan ketaatan beragama tetapi tetap berlandaskan harmonisasi kehidupan beragama, yaitu dengan cara menanamkan rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama, dimana dalam menjalankan keyakinan agamanya tetap memperhatikan kepentingan pemeluk agama lain, sehingga dalam beribadah tidak menimbulkan gangguan terhadap pemeluk agama atau keyakinan lainnya. — Nova/iq/bd