MA Ma’arif NU Wanayasa, Juara 1 Lomba Video Kreasi “Tik-Tok” Kemenag Banjarnegara

Banjarnegara – MA MA’arif NU Wanayasa (MAMANUSA) meraih juara 1 Umum Lomba Video “Tik-Tok” yang diselenggarakan oleh Kantor Kemenag Banjarnegara. Ide cerita video ini dicetuskan oleh Jeni Intan Wiguna, guru mapel sekaligus wali kelas dan Rudianto, Ketua OSIS. Video berisi Keberagaman Beragama sesuai dengan tema “Moderasi Beragama Untuk Mencegah Radikalisme” ini berdurasi 1 menit 42 detik.  Menampilkan lima siswa MAMANUSA memperagakan berbagai kostum dari kelima agama yang sudah diakui di Indonesia.

Laila Litanatul Amalia, mengenakan busana muslimah, Aftia Rahmawati, mengenakan pakaian khas biarawati, Alvis mengenakan pakaian adat Budha, Rudianto, mengenakan pakaian adat Hindu dan Isti Komah mengenakan pakaian adat Kong Hu Chu.

“Kami mengupayakan sendiri beberapa kostum yang sekiranya memang sudah ada pada kami, sedangkan beberapa kostum yang sulit diupayakan, kami dibantu Bu Fitriyana (guru mapel-pen), wali kelas XII,” jelas Rudi ketika dikonfirmasi penulis Sabtu(04/12/2021).

Fitriyana ketika dimintai keterangan, diwaktu yang sama di kantor MA memaparkan, “Pada dasarnya anak di jaman era digital ini, sudah terbiasa membuat konten Tik-Tok, termasuk sebagian besar siswa kami. Namun siswa yang kami pilih, memang kami anggap memiliki kelebihan tersendiri mengenai pembuatan Video Tik-Tok. Jika anak lain membuat konten yang bernuansa “galau” atau “gabut” istilah anak jaman sekarang, mereka lebih ke konten edukasi tentang apa saja yang ada hubungannya dengan topik yang sedang tren saat ini,” kata guru Biologi ini.

Mereka berlatih tiap hari seuasai mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS), kadang sampai pulang petang, hingga jam 20.00. Walau mereka merasa masih ada kekurangan di bagian sound, namun mereka atasi dengan menyertakan teks atau narasi di bawah gambar video untuk memudahkan netizen memahami kalimat yang mereka ucapkan.

“Daerah kami mayoritas Muslim, sehingga tidak mungkin bagi kami menunjuk peserta dari pemeluk agama lain. Mungkin berbeda dengan daerah Merden yang saya dengar penduduknya variatif, ada pemeluk agama Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu,” tambah Rudi.

Mereka mengapresiasi ajang perlombaan seperti ini dengan positif dan tema yang diambil juga dianggap sangat perlu untuk disosialisasikan kepada warga Banjarnegara pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Pernah ada wacana Kankemenag Banjarnegara berkenan mengadakan Sosialisasi Anti Radikalisme di Andalusia bersama seluruh Kepala Madrasah negeri dan swasta se-Banjarnegara dengan menyertakan Ketua OSISnya. Namun karena sesuatu dan lain hal, kegiatan tersebut belum jadi terlaksana. Saya sudah antusias mengikuti kegiatan tersebut. Namun dengan adanya ajang lomba ini, saya merasa sudah ikut berpartisipasi”, tutup Rudi. Video Kreasi Tik-Tok ini bisa diunduh melalui website: https://vt.tiktok.com/ZSeA1MyFX/

Hasil Pengumuman Lomba Video Kreasi “Tik-Tok” selengkapnya Juara Umum 1: MA Ma’arif NU Wanayasa, Juara 2: MA Al-Irsyad Gunungjati, dan Juara 3: MAN 2 Banjarnegara. Sedangkan untuk jenjang MTs, Juara 1: MTs Cokro Wanadadi, Juara 2: MTs N 1 Banjarnegara (Group), dan Juara 3: MTs Tanbihul Ghofilin.

Untuk Juara Faforitnya, Jenjang MA untuk Juara 1: MA Tanbihul Ghofilin, Juara 2: MAN 2 Banjarnegara, dan Juara 3: MAN 1 Banjarnegara. Sedangkan untuk jenjang MTs, Juara 1: MTs M 1 Banjarnegara (individu), MTs Tanbihul Ghofilin, dan Juara 3 : MTs N 1 Banjarnegara (Group). (asg/ak/rf)