Siap Menjadi Pemimpin di Masa Depan, Anggota OSIM MAN 2 Banjarnegara Ikuti LDK

Banjarnegara – Sekitar 70 lebih peserta didik MAN 2 Banjarnegara yang tergabung dalam OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) mengikuti kegiatan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), Kamis,(16/12). Acara ini digelar untuk melatih anggota OSIM memiliki jiwa pemimpin, berwawasan luas, dan serta solid dalam sebuah organisasi.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Ridlo Pramono. Dalam sambutannya, Ridlo menyampaikan rasa bangganya pada peserta didik pilihan yang mau mengikuti kegiatan LDK tersebut.

“Selamat mengikuti kegiatan sampai selesai nanti. Saya bangga kepada kalian semua mau belajar lebih diandingkan lainnya. Semoga kelak kalian bisa menjadi pemimpin terbaik di masa depan. Manfaatkan dengan benar waktu yang ada dengan pemateri-pemateri terbaik yang sudah kami hadirkan. Tanyakan apa yang sekiranya belum dipahami. Sekali lagi selamat,” ungkapnya dengan senyum mengembang.

Kegiatan yang dilaksanakan di tiga ruang kelas tersebut merupakan agenda tahunan. Waktu pelaksanaan tidak ditetapkan secara pasti tanggalnya, namun dilaksanakan tidak jauh setelah proses pemilihan Ketua OSIM.

“LDK merupakan agenda tahunan madrasah untuk anggota OSIM yang baru. Ada banyak materi yang kami susun untuk mereka, mulai dari materi kepemimpinan dalam Islam, keorganisasian dan kepemudaan, event organizer dan bisnis, materi tentang wawasan seputar madrasah, pendidikan karakter dan beberapa materi lainnya,” jelas Lili Maenani selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaaan.

Lili menambahkan kegiatan ini porsinya lebih besar di peserta didik, dari mulai persiapan sampai pelakasanaan. “Peserta kelas XII yang menjadi panitia dan kelas X serta XI menjadi peserta. Kami para guru hanya menjadi konsultan serta mengisi kegiatan saja. Sengaja kami latih untuk kemandirian mereka sekaligus mengakrabkan mereka,” imbuhnya.

Salah satu panitia dari kelas XII, Jingga Auffana Isabella menuturkan para panitia berusaha mengonsep kegiatan LDK tersebut dengan sebaik-baiknya. “Kami berusaha menghadirkan kegiatan LDK yang formal namun tidak kaku, jadi di sela-sela kegiatan ada permainan atau ice breaking agar peserta menikmati materinya,” tutupnya.  (ta/ak/rf)