Bimbingan Teknis Kurikulum Madrasah Diniyah

Wonosobo – Dalam upaya melakukan pendambingan kepada ustad dan ustadzah Madrasah Diniyah yang ad di Kabupaten Wonosobo, Kasi PD. Pontren, Fakih Khusni, hadir memberikan arahan dalam bimbingan teknis kurikulum Madrasah Diniyah yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Wonosobo di Gedung P4SK Kembaran Kecamatan Kalikajar, Minggu, (16/01).

Dalam sambutannya, pengurus DPAC FKDT, Mansur, menyampaikan terkait sugesti para ulama pejuang Islam seperti KH. R Abdul Fatah atau dikenal juga dengan KH. R. Syamsul Ma’arif yang merupakan Ulama Jawa yang makamnya di Baturono Sigedong Kepil Wonosobo benar-benar menginspirasi para pengasuh Madrasah Diniyah dalam perjuangan melalui pembelajaran di Madrasah Diniyah.

Hal senada juga disampaikan Pembina FKDT Wonosobo, Gus Fadhlun, ia katakan dalam catatan sejarah Wonosobo bahwa KH. R. Abdul Fatah Baturono Sigedong dilahirkan dari keluarga bangsawan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1812 M dari ayah KH. R. Markhamah bin KH. R. Asmorosufi atau dikenal dengan Kangjeng Ngabehi Sutomarto III. KH. R. Abdul Fatah adalah keturunan ke 14 dari Raja Brawijaya V.

Selanjutnya, menimpali yang disampaikan diatas, dihadapan 150 peserta dari pengasuh Madrasah Diniyah Kecamatan Kalikajar yang hadir, Fakih Khusni menyampaikan bahwa dalam catatan penulis sejarah pesantren Wonosobo disebutkan bahwa semaca kecil, KH. R. Abdul Fatah dididik wawasan keislamannya dalam lingkungan Keraton Ngayogyokarto.

“Beliau KH. R. Abdul Fatah dibesarkan oleh ayahnya KH. R. Markhamah dengan pendidikan keislaman yang ketat dan KH. R. Abdul Fatah dipersiapkan untuk menjadi pejuang melawan penjajah Belanda mengusir penjajah dari bumi pertiwi,” jelas Fakih.

Sementara itu, ditempat berbeda saat ditemui, Kakankemenag Kab. Wonosobo, Ahmad Farid, mengatakan pendidikan keislaman dari dahulu di bumi pertiwi telah menginsiprasi perjuangan untuk tanah air seperti didikan wawasan keislaman telah menjadikan sosok KH. R. Abdul Fatah sebagai seorang pejuang bersama yang namanya harum bagi masyarakat Wonosobo dan menginspirasi perjuangan keislaman di Wonosobo.

“Informasi terpercaya yang kami terima bahwa cikal bakal pendidikan keislaman di Wonosobo yang selenggarakan pembelajaran keislaman bermula dari surau sebagai tempat pembelajaran keislaman yang beliau dirikan di Dusun Baturono Sigedong Kepil Wonosobo,” kata Farid.(FK-WS/Sua)