Kasi Bimas Islam Ajak KUA Laksanakan Transformasi Layanan Umat

Semarang—Seksi Bimas Islam Kankemenag Kota Semarang menggelar rakor yang diikuti oleh Kepala KUA Kecamatan se Kota Semarang, Kamis (13/1) di ruang rapat Kankemenag Kota Semarang. Rakor dipimpin langsung oleh Kasi Bimas Islam, Sumari, yang baru saja dilantik pada 4 Januari 2022 lalu.
Pada rakor ini, Sumari berkesempatan memperkenalkan diri, karena rakor ini merupakan rakor Kepala KUA yang perdana dipimpinnya selama menjabat sebagai Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Semarang. “Saya ini stok lama wajah baru. Sebagaimana rekan-rekan ketahui, sebelumnya saya bertugas sebagai Kasi PHU. Jadi Saya yakin insya Allah rekan-rekan sudah tidak asing lagi dengan Saya,” ujar Sumari.

Sumari menyampaikan, salah satu agenda rakor adalah peningkatan sinergitas antara Seksi Bimas Islam dengan KUA Kecamatan se- Kota Semarang. Tujuannya untuk peningkatan kinerja KUA dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Mohon dukungan dan kerja samanya, karena dengan saling bersinergi, kita akan mampu membangun citra diri yang lebih baik,” tutur Sumari.

Sumari mengajak Kepala KUA untuk melakukan inovasi dalam hal layanan pengukuran arah kiblat. Pihaknya akan berusaha memfasilitasi pengadaan alat pengukur arah kiblat/theodolite. Sehingga jika ada permintaan pengukuran arah kiblat dari masjid/musholla dapat langsung oleh KUA sesuai dengan wilayah kerjanya. Pada rakor ini, KUA dihimbau untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan ZI. “Guna menuju ZI, perlu kerja sama antar semua lini yang ada di Kemenag Kota Semarang. Termasuk dengan KUA sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Wajah Kemenag tercermin dari bagaimana rekan-rekan KUA dalam memberikan pelayanan. Penilaian masyarakat terhadap KUA akan baik manakala pelayannya kepada masyarakat baik. Sebaliknya, jika buruk penilaian masyarakat terhadap KUA maka akan mempengaruhi penilaiannya pula pada Kemenag,” urai Sumari.

Sumari mengimbau Kepala KUA untuk memahami regulasi terkait pelaksanaan tusinya. Selain itu, Sumari juga menghimbau kepada Kepala KUA untuk meningkatkan penggunaan TI. “Di era sekarang ini, semua berbasis teknologi informasi. Jadi tidak ada alasan lagi pegawai gaptek. Semua harus mau dan mampu karena tujuannya adalah transformasi layanan umat, peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Sumari.(Darun/Ari/bd)