Mathla’ul Anwar Jateng Jaga Sinergitas dengan Kemenag

Semarang—Minggu (30/1), Mathla’ul Anwar (MA) Jateng gelar pelantikan dan pengukuhan PW MA dan PW Musma (Muslimat Mathla’ul Anwar) Jateng, di Hotel Plaza Kota Semarang, yang diikuti oleh pengurus PW MA Jateng, pengurus PW Musma Jateng, Ketua PDMA dan PD Musma Kota dan Kabupaten se Jateng, Ketua Gema dan Himma Jateng serta Ketua Lembaga dan Yayasan dibawah naungan MA (RA, MI, MTs, MA, SMK, PKBM, LPQ, Majelis Taklim) sejumlah 100 orang.

Kegiatan ini juga disaksikan oleh Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Ketua Kesbangpol Prov. Jateng, Balitbang Semarang, Ketua Penasihat PW MA dan Ketua Majelis Amanah. Selain itu hadir pula Ketum dan Sekjen PBMA.

Pada kesempatan ini diselenggarakan pula kegiatan Raker MA dimana tujuannya adalah untuk menyiapkan program kerja yang akan dilaksanakan selama tahun 2022.

Dalam sambutannya, KH. Embay Mulya Syarif selaku Ketua MA yang baru saja dilantik menekankan pentingnya pengembangan bidang ekonomi. “Ormas jangan bergantung pada pemerintah dan orang lain, MA harus memiliki usaha sendiri, harus berhasil guna untuk pengembangan MA,” tutur KH. Embay.

Pada kesempatan ini Sekjen PBMA, KH. Jihaduddin menyampaikan akan mengadakan roadshow ke lembaga-lembaga dan perguruan MA se Jateng seperti di Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Brebes, Kota Salatiga, Kota dan Kabupaten Magelang serta Kabupaten Pemalang.

Muh Fekih Ketua Bidang 1 memimpin langsung jalannya raker. Adapun selaku sekretaris raker adalah Agus Haryadi. Ada beberapa poin penting yang menjadi pembahasan dalam raker ini, diantaranya pembentukan 15 Pengurus Kota/Kabupaten, digitalisasi dokumen dan berkas MA, pelatihan pengembangan ekonomi umat, dan pembuatan buku panduan tentang ke-Mathla’ul Anwar untuk semua lembaga/yayasan yang bernanung dibawah MA.

Pada tempat dan waktu yang berbeda, Kepala Kankemenag Kota Semarang titipkan pesan agar MA dimana menaungi lembaga pendidikan agama dan keagamaan Islam, untuk bisa bersinergi dengan Kementerian Agama guna pencapaian tujuan bersama yaitu pelayanan pendidikan agama dan keagamaan yang lebih baik. (Agus Haryadi/bd)