Penyuluh Agama Islam, Pasukan Khusus Kemenag

Semarang–Mukhlis Abdillah, Kepala Kankemenag Kota Semarang hadiri Raker PAIF se eks Karesidenan Semarang, Rabu (26/1) di Pemancingan Barokah Sebatur Gunungpati Polaman Kecamatan Mijen Kota Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pokjaluh Kemenag Kota Semarang.

Mukhlis dalam sambutannya mengimbau kepada PAIF selaku garda terdepan Kemenag untuk dapat menyuguhkan penyuluhan agama melalui media digital. “Di era disrupsi metodologi, kepenyuluhanpun serta merta harus ikut berubah menyesuaikan tatanan baru yang serba digital dan cepat,” himbau Mukhlis.
“Guna sukses kepenyuluhan agama di era digital maka penyuluh perlu membekali diri dengan keterampilan IT,” imbuh Mukhlis.

Disampaikan pula oleh Mukhlis 7 kebijakan prioritas Kemenag yaitu penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, Cyber Islamic university, kemandirian pesantren, tahun toleransi 2022, dan Religiosity Index (RI). Dari ketujuh prioritas tersebut, lima diantaranya masuk dalam tusi penyuluh agama Islam. “Penyuluh agama Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan program Kemenag saat ini. Penyuluh agama Islam menjadi ujung tombak Kemenag dalam mewujudkan program prioritas tersebut. Kalau dalam TNI AD memiliki pasukan khusus yaitu Kopassus, maka Kemenag memiliki penyuluh sebagai pasukan khususnya, yang diandalkan untuk mewujudkan suksesnya program-program Kemenag, karena penyuluh bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tutur Mukhlis.

Melalui kegiatan ini, Mukhlis berharap penyuluh agama Islam dapat berperan aktif dalam menyuguhkan konten-konten kepenyuluhan agama yang kreatif dan inovatif dimana penyuluhannya dapat disampaikan melalui media digital. Hadir pula Khamdani, Penyuluh Agama Islam Kanwil Kemenag Prov Jateng dan Prof. DR. Syamsul Ma’arif, praktisi akademisi selaku narasumber pada kegiatan Raker Pokjaluh tersebut. Adapun tema yang disampaikan narasumber adalah Peran Penyuluh Agama Islam di Tahun Toleransi 2022 dan Penguatan Moderasi Beragama di Era Disrupsi.(Rahmat/Ricky/Nng)