Tim ZI Kemenag Kota Semarang Ikuti Entry Meeting Penilaian Pendahuluan Calon Pilot Project WBK Tahun 2022

Semarang–Tim ZI Kankemenag Kota Semarang yang dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenag Kota Semarang Mukhlis Abdillah ikuti kegiatan Entry Meeting Penilaian Pendahuluan Calon Pilot Project WBK Tahun 2022 secara daring dari aula Kankemenag Kota Semarang, Jumat (21/1).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh calon pilot project WBK tahun 2022 di lingkungan Kemenag.

Kepala Biro Ortala Kemenag RI, Akhmad Lutfi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penilaian pendahuluan calon pilot project WBK tahun 2022 dilaksanakan selama 4 hari kerja (21-26 Januari 2022) secara daring. “Ada 299 satker obyek penilaian di lingkungan Kemenag, 136 satker berasal dari satker yang belum lolos tahun 2021 dan 163 satker calon pilot project tahun 2022,” terang Lutfi.
Dijelaskan olehnya bahwa dari 299 satker obyek penilaian tersebut hanya 129 satker yang dinyatakan lolos melalui hasil analisis PMPZI (tahap I).
“Fokus penilaian pendahuluan adalah menilai komponen pengungkit (6 area perubahan),” jelas Lutfi.

Ditambahkan olehnya bahwa dalam penilaian pendahuluan tahap lanjutan ini, tim penilai dibagi dalam 5 subtim, dimana diketuai oleh Ka.Biro Ortala Kemenag RI. Kartika Darmawanti selaku sekretaris Tim Penilai Pendahuluan (TPP) menyampaikan time line penilaian pendahuluan. “Penilaian pendahuluan ini merupakan pendampingan dari TPP kepada masing-masing satker untuk memberikan saran perbaikan dalam penyajian eviden pada LKE PMPZI tahun 2021 agar dokumen yang disajikan menjadi relevan, sehingga nilai seluruh masing-masing area dapat memenuhi/melampaui nilai minimal yang dipersyaratkan. Satker diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan eviden sd 29 Januari mendatang,” terang Kartika.

Pelaporan ulang oleh TPP akan disampaikan kepada Irjen Kemenag RI pada 5 Februari dan akan diumumkan kepada seluruh calon pilot project WBK tahun 2022. Kartika juga menjelaskan langkah-langkah tindak lanjut tahap penilaian pendahuluan ini. “Jangan lupa selalu tambahkan kata update pada setiap perbaikan eviden yang diupload ke dalam LKE PMPZI, hal ini guna memudahkan bagi TPP dalam melakukan verifikasi dokumen tindak lanjut,” tandas Kartika.
Kartika berpesan kepada seluruh satker untuk tidak patah semangat dalam menghadapi penilaian ZI/WBK. “Bukan hanya untuk meraih predikat ZI WBK atau WBBM, tetapi mempertahankan predikat tersebut tak kalah pentingnya, dan yang lebih penting adalah semangat menuju perubahan/reformasi birokrasi yang lebih baik,” pungkas Kartika.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian evaluasi oleh TPP kepada masing-masing satker sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Biro Ortala Kemenag RI.(NBA/bd)