UPZ Kemenag Banjarnegara Tasharufkan Zakat Produktif Dan Benah Rumah

Banjarnegara – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara mentasharufkan zakat produktif serta benah rumah kepada para mustahik yang berhak di Kabupaten Banjarnegara. Acara pentasharufan ini dilakukan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten banjarnegara dan dihadiri langsung oleh Plt Kepala Kemenag Banjarnegara, Sumarna dan Ketua Baznas Kabupaten Banjarnegara, Sutejo Slamet Utomo, Senin, (17/1/21)

Yuni Nur Azizah, Selaku ketua UPZ Kemenag Banjarnegara dalam laporannya menyatakan bahwa pentasharufan kali ini yaitu untuk zakat produktif kepada 50 mustahik dan benah rumah kepada 5 mustahik.

“Ada 50 mustahik penerima zakat produktif kali ini dengan nominal masing-masing Rp. 3000.000 dan 5 orang penerima benah rumah senilai Rp. 10.000.000,” ucapnya

Yuni menambahkan bahwa zakat produktif ini diberikan kepada pelaku usaha yang ada di Kabupaten Banjarnegara seperti penjual gorengan, penjual es buah dan penjual tusuk sate. “Pandemi ini mengakibatkan sebagai usaha mereka menurun semoga dengan pentasharufan zakat produktif ini dapat meningkat usaha mereka lagi, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Banjarnegara, Sutejo Slamet Utomo dalam laporannya menyatakan bahwa Banjarnegara ini berdasarkan laporan pemerintah masuk dalam 10 kabupaten termiskin. Oleh karenanya sedikit banyak Baznas harus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan ini.

“Di Banjarnegara sendiri penerimaan zakat pada tahun 2021 mencapi 1,3 Milyar, jumlah yang lumayan besar. Semoga dengan kesadaran masyarakat yang terus meningkat mengenai zakat ini, dapat membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Mengentaskan kemiskinan ini adalah misi Utama Islam melalui pemberdayaan zakat,” jelasnya.

Acara pentasharufan zakat produktif ini ditutup dengan pemberian zakat dan poto bersama.

“Alhamdulilllah, saya mendapat bantuan zakat produktif ini, semoga bisa membantu usaha saya, yang selama musim pandemi ini agak menurun omsetnya,” pungkas Parwiti, penjual tusuk sate yang mendapatkan bantuan zakat produktif ini. (ak/rf)