Imtak dan Iptek Harus Selaras

Semarang, Rabu (23/2/202) Mukhlis Abdillah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Semarang berkesempatan memberikan sambutan pada kegiatan webinar bertajuk Strategi Pengembangan Kegiatan Sains di Madrasah.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kankemenag Kota Semarang dengan menggandeng International Youth Robotic Association (IYRA).

Peserta webinar yang terdiri dari guru madrasah se Kota Semarang ini, baik tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA) mengikutinya melalui google meeting.

Dalam sambutannya Mukhlis menyampaikan bahwa pendidikan di madrasah bukan hanya bertujuan mewujudkan anak-anak yang pintar, tetapi juga anak-anak yang memiliki keimanan kepada Allah SWT.

Ia juga sampaikan yang tak kalah penting bagi madrasah dalam menjawab tantangan zaman adalah membekali peserta didik dengan kemampuan teknologi dan sains, yang bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Program imtak (iman dan takwa) harus sejalan dengan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), karena kedua hal ini saling mendukung dan mengisi, sehingga keimanan Kita diiringi pemikiran yang logis,” tutur Mukhlis.

“Strategi pengembangan sains di madrasah harus diselaraskan dengan tujuan-tujuan pendidikan, guna menunjang keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME,” lanjutnya.

Pada bagian lain, Mukhlis menyampaikan bahwa dalam kehidupan beragama tentu perlu menyelaraskan pesan-pesan yang tertuang dalam Al Quran yang menyangkut teknologi, dimana hal tersebut merupakan bagian dari sunatullah yang harus diikuti dan diimani.

“Allah menurunkan segala sesuatu ada ilmunya, ada caranya dan ada pula metodenya. Kesemuanya bisa ditempuh melalui sains dan teknologi. Untuk itu dengan sains dan teknologi  Kita harus berupaya untuk melakukan penafsiran atas dalil-dalil tersebut agar menguatkan kiemanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Mukhlis.

Menurut Mukhlis, tujuan pembelajaran melalui webinar kali ini untuk meningkatkan keterampilan para peserta dalam hal ini guru madrasah.

“Sebelum anak-anak dibekali dengan sains dan teknologi, guru harus terlebih dahulu mengetahui apa tujuan penggunaan sains dan teknologi dalam dunia pendidikan. Guru akan mentransfer ilmu/knowledgenya kepada anak didik, oleh karenanya guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup,” imbuhnya.

Ia menuturkan pula bahwa pembelajaran pengembangan sains di madrasah mengajak guru untuk berfikir logis, sistematis, ilmiah dan inovatif. Menurutnya banyak variabel dan pola pikir, serta teori-teori dalam sains yang mendorong guru untuk memiliki inovasi yang baik sehingga dapat menularkan kepada anak didiknya untuk berfikir secara logis, sistematis, ilmiah dan inovatif pula.

Pengembangan sains juga bertujuan untuk mengembangkan hobby/minat bakat dan kreativitas serta inovasi peserta didik. Lembaga pendidikan saat ini dituntut tidak hanya menyediakan penunjang struktur tetapi juga memberikan fasilitas/wadah untuk pengembangan minat bakat/hobby anak didik.

“Guru madrasah harus kreatif, inovatif dan memiliki keterampilan yang cukup,” tandas Mukhlis.

Mukhlis berharap melalui kegiatan Strategi Pengembangan Kegiatan Sains di madrasah, dapat terwujud keseimbangan antara iptek atau sains dengan imtak.

“Semoga dengan upaya-upaya yang Kita lakukan dapat semakin mewujudkan madrasah mandiri dan berprestasi, madrasah hebat dan bermartabat,” ungkap Mukhlis.

Pada kesempatan ini Mukhlis sampaikan apresiasinya kepada IYRA yang yelah bersedia  dan sukarela bekerja sama untuk mengembangkan sains di madrasah.

“Terakhir, dengan memberikan wadah bagi anak-anak yang berpotensi diharapkan, dapat melahirkan anak-anak yang berprestasi, yang nantinya tidak hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga institusi, bangsa dan negara di kancah internasional, “ ucap Mukhlis. (Dintha/NBA/bd)