MTs Negeri 2 Banjarnegara Kedatangan Tim Monitoring dan Evaluasi PTM 50 Persen Terpadu

Banjarnegara Tim monitoring dan evaluasi protokol kesehatan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengadakan monitoring proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50 persen yang dilaksanakan serentak pada Senin (14/02) di seluruh jenjang Sekolah dan Madrasah. Tim yang terdiri dari Dindikpora, Dinkes, BPBD, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara ini melakukan peninjauan langsung ke seluruh Sekolah dan Madrasah di Kabupaten Banjarnegara.

Pada kesempatan ini, tim monitoring tersebut mengunjungi MTs Negeri 2 Banjarnegara, untuk monitoring dan mengevaluasi penerapan protokol kesehatan dalam pembelajaran 50 persen yang sedang berjalan. Tim yang diketuai oleh Rita Khotijah, ini meninjau berbagai sarana dan prasarana protokol kesehatan, antara lain masker, sarana cuci tangan, alat cek suhu tubuh, ruang belajar yang berjaga jarak, ruangan kelas yang rutin disemprot dengan disinfektan. Dari hasil monitoring tersebut, Rita mengatakan bahwa MTs Negeri 2 Banjarnegara sudah baik dalam menjalankan prokes PTM 50 persen. “Prokes sudah dijalankan dengan baik, sarana cuci tangan dan lainnya sudah ada semua,” paparnya disela-sela monitoring.

Dalam monitoring ini, tim monitoring terpadu Kabupaten Banjarnegara mengingatkan jajaran MTs Negeri 2 Banjarnegara untuk mengawal dan melakukan langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19. Selain mewajibkan untuk disiplin protokol kesehatan, tim monitoring terpadu juga menyarankan setiap guru untuk mengikuti vaksinasi.

Kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara, Ratna Ayu mengatakan, tercapainya keberhasilan pelaksanaan pengawasan dan pembinaan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 di MTs Negeri 2 Banjarnegara, memerlukan peran aktif dari berbagai pihak. Yaitu meliputi lintas sektor, satuan pendidikan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.

“Dengan adanya upaya komprehensif kita harapkan dapat mendukung kegiatan pembelajaran yang sehat dan aman. Selain itu juga meningkatkan kondisi Madrasah sehat serta mengoptimalkan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah kerja,” paparnya. (ib/ak/rf)