Penyuluh, Toga dan Tomas Dituntut Menjadi Role Model Bina Keluarga Sakinah

Semarang–Pembekalan akhir sekaligus penutup Pelatihan di Wilayah Kerja (PDWK) Keluarga Sakinah jajaran Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Semarang diberikan oleh Sumari Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kankemenag Kota Semarang.

Sumari sampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini ada beberapa aduan perkawinan yang diajukan melalui Pengadilan Agama (PA) Semarang, dan mengejutkannya aduan terbanyak berasal dari masyarakat Kota Semarang.

“Tentu ini menjadi tugas bersama baik oleh pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun ormas keagamaan dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat bagaimana dalam membina dan mengelola rumah tangga yang baik sesuai dengan syari’at,” tutur Sumari kepada peserta PDWK Keluarga Sakinah.

Materi ini Ia sampaikan pada Sabtu (12/2/2022) di Hotel Muria yang diikuti oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dan Penyuluh Agama Honorer (PAH) di lingkungan Kankemenag Kota Semarang, serta tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), organisasi masyarakat (ormas) keagamaan di Kota Semarang.

“Bina keluarga sakinah merupakan salah satu tugas dan fungsi (tusi) Kemenag, untuk itu penyuluh agama utamanya, wajib ambil andil guna memberikan penyuluhan dan pembinaan melalui majelis-majelis taklim di wilayah binaannya,” imbuh Sumari.

Sumari juga sampaikan pesan bahwa toga dan tomas merupakan role model bagi masyarakat, untuk itu Ia mengimbau agar toga dan tomas khususnya di Kota Semarang, mampu dan memantaskan diri untuk bisa menjadi contoh dan teladan yang baik.

“Mempertegas arahan Kepala Kankemenag Kota Semarang yang telah disampaikan pada kegiatan Rapat Kerja (Raker) Penyuluh Agama Islam se Eks Karesidenan Semarang yang digelar beberapa waktu lalu, kembali Saya sampaikan pentingnya jusnalistik bagi penyuluh, karena pada saat ini era teknologi digital informasi,” tandas Sumari.

Menurutnya saat ini, masyarakat era modern lebih memilih mencari informasi melalui dunia maya, sehingga baik penyuluh, toga, tomas dan omas keagamaan dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.-(Samsudin/NBA/bd)