Rizqia Dhurotus Sangadah, Bintang IPS Penyumbang 85 Medali Untuk MTsN 2 Banjarnegara

Banjarnegara – Rizqia Dhurotus Sangadah siswi MTs Negeri 2 Banjarnegara mengukir prestasi sebagai jawara dalam berbagai Olimpiade tingkat SMP/MTs dalam bidang IPS tingkat Kabupaten dan Nasional. Anak dari pasangan Sukarman dan Sri Munjiatun ini banyak sekali mengikuti kegiatan Olimpiade atau kompetisi dalam berbagai bidang, salah satunya yang sangat mencengangkan adalah perolehan dalam bidang IPS.

Siswi kelahiran 18 Juni 2008 ini sudah banyak menorehkan berbagai medali dalam olimpiade dalam bidang IPS. Total medali yang disumbangkan untuk MTs Negeri 2 Banjarnegara adalah 85 medali dalam bulan Juli 2021 sampai Februari 2022. 85 medali tersebut terdiri dari 56 medali emas, 18 medali perak, dan 11 perunggu. Anak yang bercita-cita sebagai guru ini sangat bahagia sekali atas perolehan yang diraih. “Ini sungguh luar biasa bagi saya, karena bisa mengharumkan nama Madrasah,” ujar Rizqia pada Kamis (10/2) saat dihubungi via Whatsapp

Dalam menorehkan prestasi tersebut tentunya banyak perjuangan yang harus dilalui, seperti yang diceritakan oleh Rizqia Dhurotus disela-sela jam istirahat bahwa untuk bisa menjuarai olimpiade atau kompetisi harus sering banyak membaca dan mengerjakan soal.

“Saya sering membaca berbagai macam soal yang saya ambil dari internet maupun dari buku-buku IPS, sehingga saya sudah terbiasa berlatih mengerjakan soal-soal,” tambahnya.

Rohiyiah selaku guru pembimbing dari Rizqia Dhurotus Sangadah mengatakan bahwa anada Rizqia siswa kelas VIII adalah siswa yang sangat giat belajar dan selalu mendapat rangking satu di kelasnya. Rohiyah juga memberikan apresiasi kepada Rizqia agar selalu semangat.

“Kami berharap Rizqia Dhurotus dan peserta didik yang lain selalu membawa nama baik MTs Negeri 2 Banjarnegara saat olimpiade tingkat selanjutnya,” pungkasnya.

Senada dengan Rohiyah, Ratna Ayu selaku Kepala Madrasah juga sangat mengapresiasi anak-anak didiknya yang menorehkan prestasi. Ratna juga menyampaikan bahwa didalam keterbatasan pembelajaran karena pandemi, jangan jadi halangan untuk meraih prestasi. (rh/ak/rf)