Dibutuhkan Mental Juara Untuk Bisa Menjadi Qori dan Qoriah Terbaik

Semarang, Rabu (16/3/2022) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Semarang bersamaan dengan kegiatan Pembinaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), selenggarakan pula kegiatan Pembinaan Qori/Qoriah Delegasi Kota Semarang pada MTQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Masih di tempat yang sama dengan penyelenggaraan Pembinaan MTQ, kegiatan ini pun berlangsung di Hotel Grans Saraswati yang beralamat di Jalan Singosari Raya No. 81 A Pleburan Semarang Selatan.

H. Ridwan selaku pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang, dalam pembinaanya menyampaikan bahwa peserta dari Kota Semarang memiliki potensi luar biasa dalam sukses MTQ tingkat provinsi dan nasional.

Ia menuturkan perlunya menetapkan target kejuaraan. Bukan bermaksud mengecilkan hati peserta kegiatan, ia menyampaikan realitas bahwa kafilah Kota Semarang masih tertinggal dengan kota lain dalam menghasilkan kejuaraan. “Jangan berkecil hati, saya melihat potensi besar dari calon peserta dari Kota Semarang untuk bisa menjuarai dalam MTQ tingkat Jateng maupun nasional, dengan pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan dan berkesinambungan, insya Allah para calon delegasi MTQ bisa optimal,” tutur Ridwan.

Lebih lanjut ia memberikan tips bagaimana untuk menjadi juara. “Bagaimana agar bisa menjadi qori atau qoriah terbaik, tentu dibutuhkan mental juara, menguasai teknik MTQ, harus mempersiapkan segala kemungkinan termasuk kendala-kenadal non teknis, serta memahami norma instrumen MTQ,” terangnya.

“Qori dan qoriah harus menguasai bacaan Alquran secara mujawwad, memiliki suara yang indah dan merdu, serta menguasi irama dan lagu, karena norma penilaian tilawah adalah suara dan lagu, tajwid dan fashohah,” imbuhnya.

“Aspek penilaian bidang suara dalam tilawah adalah kejernihan suara, kehalusan, kenyaringan, keutuhan dan pernafasan. Sedangkan aspek penilaian bidang lagu dalam tilawah adalah lagu pertama dan penutup, jumlah lagu, peralihan, keutuhan dan tempo lagu, irama dan gaya, serta variasi,” sambungnya.

Ia pun menjelaskan pula aspek penilaian tajwid yaitu akmaul huruf, makharijul huruf, sifatul huruf, dan al madd wal qosh. Melalui pembinaan ini, ia berharap kontingen dari Kota Semarang akan sukses di ajang tingkat provinsi dan nasional. (RZQ/NBA/bd)