Mendisiplinkan Peserta Didik Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Semarang, Rabu (16/3/2022) Madrasah Aliyan Negeri (MAN) 1 Kota Semarang gelar Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah dan Muwaddah Santri Islamic Boarding School (IBS) Darul Ulum MAN 1 Kota Semarang.

Pembinaan diikuti oleh seluruh jajaran MAN 1 Kota Semarang.

Ikut hadir Kepala Kankemenag Kota Semarang Mukhlis Abdillah, Moch Fatkhuronji Kepala Sekai (Kasi) Penma Kemenag Kota Semarang, Sri Mulyati Pengawas Madrasah Kemenag Kota Semarang, dan Ngasbun Egar Ketua Komite MAN 1 Kota Semarang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) MAN 1 Kota Semarang yang ke-44.

Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah Mewujudkan Generasi Qur’ani Berprestasi yang Handal dalam Riset dan Teknologi.

Dalam pembinaannya Musta’in Ahmad selaku Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jateng menegaskan bahwa sebagai masyarakat yang beragama harus ada relevansi antara keislaman dengan keindonesiaan.

“Semua ibadah islami bisa dilaksanakan di Indonesia Tapi ingat kita bukan orang Islam yang ada di Indonesia, tetapi kita adalah orang Indonesia yang beragama Islam,” tutur Musta’in.

Hal lain yang ditegaskan pula oleh Musta’in adalah agar dalam penerapan pendisiplinan sistem pembelajaran harus adaptif dengan perkembangan zaman.

“Tidak bisa disamakan cara mendisiplinkan anak zaman dahulu dengan anak zaman sekarang, karena saat ini zaman modern, semua serba canggih sehingga jika cara mengajar dan mendisiplinkan anak zaman sekarang menggunakan cara zaman dulu pasti tidak tepat,” tandasnya. (Dintha/NBA)

Pada bagian lain, Tasimin Kepala MAN 1 Kota Semarang dalam laporannya menyatakan siap mewujudkan madrasah berbasis digital.

“Tahun 2022 ini, MAN 1 Kota Semarang telah mempersiapkan diri menjadi madrasah berbasis riset dan teknologi,” tutur Tasimin. (Dintha/Rosidi/NBA/bd)