Penyuluh Agama Islam Lakukan Bimrohis Pasien PKU Muhammadiyah Kalibening

Banjarnegara – Penyuluh Agama Islam Non PNS Pandanarum dan Kalibening belakangan ini banyak melakukan kolaborasi dalam kegiatan penyuluhan. Salah satunya dalam pembuatan konten edukasi untuk masyarakat yang rencananya tayang satu bulan sekali. Selain itu, mereka juga kolaborasi dalam hal Bimbingan Rohani Islam atau biasa disebut Bimrohis kepada para pasien di RS. PKU Muhammadiyah Kalibening Jum’at, (4/3)

Bimrohis ini dilakukan rutin setiap hari Jum’at yang di lakukan secara bergilir di antara 18 Penyuluh gabungan antara Kalibening dan Pandanarum.

Kegiatan Bimrohis ini sudah berjalan 3 tahun belakangan ini dan hanya dilakukan oleh Penyuluh Agama Kec. Kalibening. Namun ketika ada pandemi 2 tahun ini terpaksa kegiatan dihentikan. saat pandemic sudah mereda kegiatan di mulai lagi dengan menggandeng Penyuluh Agama Kec. Pandanarum.

Tujuan dari Bimrohis adalah untuk memberi semangat para pasien untuk segera sembuh dari sakit. Para Penyuluh secara bergantian datang ke kamar para pasien dan menanyakan keadaan para pasien serta memberi beberapa materi di antaranya tentang tayamum dan Shalat dengan posisi duduk maupun berdiri sesuai dengan kondisi pasien. Di akhir penyuluhan salah satu penyuluh memimpin doa untuk kesembuhan para pasien yang di ikuti oleh pasien dan penunggunya.

Sebut saja Wati, Pasien Rawat Inap RS. PKU Muhammadiyah Kalibening sangat antusias dan hikmat selama mengikuti Bimrohis ini.

“Alhamdulillah, di sela-sela keadaan sakit yang saya alami datang para Penyuluh Agama Islam yang memberikan motivasi, memberikan pengarahan beribadah dalam keadaan sakit, sehingga walaupun sakit kami para pasien menjadi ingat akan kewajiban kami sebagai seorang muslim dan hati kami jauh lebih tenang setelah diberikan wejangan oleh mereka,” tegasnya

Suprihatin selaku Perwakilan dari Penyuluh Agama juga mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan Bimrohis ini. “Kami merasa senang dan bangga bisa berkontribusi membantu para pasien untuk segera sembuh, Jika Dokter bisa membantu kesembuhan melalui obat-obatan kami bisa membantu melalui bimbingan rohani. Kami kira sama saja, asalkan semua yang kita lakukan diniati dengan ibadah, semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat baik untuk para pasien juga terutama untuk kami para Penyuluh Agama Islam,” pungkasnya (ak/rf)