Peran Penting DWP dalam Mendukung Kinerja ASN

Semarang, Rabu (16/3/2022) bertempat di Hotel Plaza Semarang, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Semarang adakan kegiatan seminar bertajuk “Perempuan Berdaulat atas Dirinya”.

Kegiatan ini diikuti oleh DWP Badan/Dinas/Instansi dan DWP Kecamatan se-Kota Semarang serta Pengurus DWP Kota Semarang.

Reni Nofiastuti selaku Sekretaris III DWP Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang turut serta dalam seminar yang digagas oleh DWP Kota Semarang tersebut.

Tema yang diusung bertujuan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) DWP yang berkualitas dan berwawasan global.

Reni menuturkan memperoleh pengetahuan tambahan setelah mengikuti kegiatan seminar ini, diantaranya adalah peran penting anggota DWP sebagai istri Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ada larangan keras yang harus dihindari oleh istri ASN yaitu mengganggu pekerjaan dan komitmen suami terhadap pekerjaannya dan menggoda suami untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan hanya untuk memenuhi kebutuhannya,” ujar Reni.

“Selain itu, ada peran penting lain sebagai anggota DWP yaitu menjadi manajer utama dalam keluarga, patner dalam pendidikan dan pola asuh anak, psikolog anak dan suami, juru masak bagi keluarga, dokter dan motivator bagi keluarga, design interior dalam rumahnya, dan pengelola keuangan dalam keluarga,” sambungnya.

“Bahkan tadi pemateri menyampaikan kalua istri itu bak menteri keuangan dan merangkap sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” kelakarnya.

Menurut Reni, narasumber menyampaikan bahwa disinilah pentingnya seorang istri ASN menyadari perannya sebagai pendukung kinerja suami, harus mampu menjadi pribadi yang berdaulat untuk dirinya sendiri, serta menyadari perannya pula sebagai seorang ibu yang sangat penting dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa sehebat apapun seorang istri, ia harus tunduk pada suami.

Suami-istri dalam sebuah keluarga memiliki peran masing-masing. Sekalipun istri bekerja, sebenarnya adalah sebagai pelengkap atau hanya sebagai pencari nafkah tambahan, karena tugas utama mencari nafkah ada pada suami. Begitu penuturan Reni menirukan pemaparan narasumber.

“Maka perlu diperhatikan yang menjadi motivasi dan kiat istri dalam bekerja. Motivasi bekerja bagi istri adalah seagai kebutuhan finansial, kebutuhan social relationship, dan kebutuhan aktualisasi diri,” kata Reni.

Reni berujar bahwa narasumber menyampaikan kita-kiat bagi ibu yang bekerja yaitu perlunya manajemen waktu (tentukan tujuan, tentukan prioritas, delegasikan beberapa tugas kepada orang lain), manajemen keluarga, manajemen pekerjaan, manajemen diri, dan memelihara hubungan sosial,” pungkasnya. (NBA/bd)