Peringati Isra Mi’raj, Ingatkan Siswa Untuk Tidak Tinggalkan Salat

Semarang- MTs N 2 Kota Semarang peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Rabu (2/3/2022) di lapangan halaman madrasahnya dan dihadiri oleh Kepala Madrasah, wakil Kepala Madrasah, para guru dan staf tata usaha.

Penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara sederhana dan tetap memperhatikan protokol kesehatan, oleh sebab itu tidak semua siswa mengikuti kegiatan ini secara langsung di madrasah.

“Mengingat masih dalam masa pandemi, hanya 50% siswa-siswi yang diikutkan pada peringatan Isra Mi’raj tahun ini, sedangkan lainnya mengikuti secara virtual melalui kanal youtube MATSANDA,” tutur Ahmad Alfan selaku Kepala MTs N 2 Kota Semarang.

Koordinator keagamaan, Mustofa, ketika ditemui disela-sela acara peringatan Isra Mi’raj mengatakan bahwa peringatan ini merupakan program madrasah yang tidak boleh  ditinggalkan dengan tujuan untuk mengingatkan kembali keluarga MTs N 2 Kota Semarang akan perjuangan Nabi Muhammad SAW, khususnya pada peristiwa Isra Mi’raj.

“Minimal anak-anak tahu bahwa setiap bulan Rajab ada peristiwa yang tidak pernah Kita lupakan terutama bagi  umat Islam, karena didalamnya ada perintah salat lima waktu,” katanya.

“Dengan demikian anak-anak menjadi tahu bahwa kewajiban salat adalah perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya,” imbuhnya.

“Utamanya bagi anak-anak yang duduk di bangku kelas 7,8, dan 9 jangan sampai mereka meninggal salat lima waktu,” sambungnya.

Acara peringatan Isra Mi’roj menghadirkan penceramah KH. Khoirul Amin untuk memberikan tausiyah, sehingga kegiatan ini menjadi lebih bermakna.

KH. Khoirul Amin menyampaikan seluruh proses perjalanan Isra Mi’raj yaitu dua bagian perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja.

“Ini adalah perjalanan Nabi Muhammad SWA dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Kemudian Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit ketujuh atau sidratul muntaha. Isra Miraj kerap dimaknai sebagai perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW dalam satu peristiwa. Akan tetapi, Isra dan Miraj sebenarnya terdiri dari dua bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra dan Miraj. Dimana yang paling inti adalah diterimanya perintah salat 5 waktu dalam sehari semalam bagi umat Nabi Muhammad,” terang KH. Khoirul amin. (Mursyid/NBA/bd)