Pesta Siaga Tingkat Binwil Banyumas Libatkan Dua Guru MTs Negeri 2 Banjarnegara

Banjarnegara – Pesta Siaga Tingkat Binwil (Binaan Wilayah) Banyumas yang berlangsung pada Sabtu, (26/3) di Kampus Politeknik Banjarnegara berjalan dengan baik dan lancar. Semua elemen dapat bekerja sama melaksanakan prokes, sehingga kegiatan tersebut terlaksana dengan memuaskan pihak panitia penyelenggara yaitu Kwarcab Banjarnegara.

Kegiatan Pesta Siaga yang diselenggarakan sebagai agenda tahunan dari Program Pramuka Kwarda Jawa Tengah ini memang terasa beda dalam penyelenggaraan pada tahun ini. Biasanya ada banyak taman yang dikunjungi oleh barung-barung baik putra maupun putri, akan tetapi tahun ini hanya ada beberapa taman saja.

Diantara taman yang menentukan penilaian secara subyektif adalah taman ketakwaan, sehingga juri diambil bukan Pembina dari SD/MI akan tetapi diambil dari SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA.

Dua guru MTs Negeri 2 Banjarnegara, yaitu Nur Farida dan M. Hidayat Abdulloh untuk menjadi juri ketakwaan pada kegiatan tersebut.

Nur Farida yang merupakan salah satu guru mata pelajaran PAI Aqidah Akhlak yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah urusan Kesiswaan di MTs Negeri 2 Banjarnegara memang sudah biasa menjadi juri pada kegiatan Pesta Siaga baik tingkat Kwaran, Kwarcan, maupun Binwil.

“Bagi saya, menjadi juri taman ketakwaan merupakan pengalaman yang berharga dan sangat menyenangkan, karena selain sesuai dengan bidang yang saya tekuni juga merupakan tantangan yang lumayan berat karena Taman ketakwaan merupakan penentu kejuaraan. Selain di taman ketakwaan, bukan hal baru bagi saya tapi hal yang baru saya lakukan karena biasanya pada kegaitan Pesta siaga tahun lalu ditugaskan menjadi juri taman Semangat Barung, Taman Baca Puisi,  ataupun Taman Kreasi Seni yang lain yang  semuanya bersifat subyektif sehingga sama-sama penentu kejuaraan pada kegiatan ini,” jelas Nur Farida setelah selesai melaksanakan tugas.

Sedangkan M. Hidayat Abdulloh merupakan pendatang baru di kegiatan kepramukaan karena beliau merupakan Pembina PMR di MTs Negeri 2 Banjarnegara, akan tetapi saat menimba ilmu di IAIN Purwokerto sangat aktif di Pramuka, sehingga saat diminta menjadi juri ketakwaan pada Pesta Siaga Binwil bukanlah hal yang asing.

“Memang saya merupakan pendatang baru, namun sebenarnya pada saat kuliah, kegiatan Pramuka merupakan kegiatan favorit diantara banyak kegiatan yang ada, jadi saat saya diberi tugas untuk menjadi juri ketakwaan Pesta Siaga bukanlah hal asing bagi saya,” pungkasnya saat ditemui di ruang juri. (nf/swp/rf)