Siapkan PTS, Siswa MIMAU Lakukan Belajar Tutor Sebaya

Banjarnegara – Penilaian Tengah Semester (PTS) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dengan tujuan mengukur pencapaian kompetensi siswa di Madrasah setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran. MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo akan melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) mulai pada Kamis,17/3/2022 sampai dengan 25/3/2022. Kegiatan tersebut dilakukan secara offline di Madrasah. Pada saat pelaksanaan, baik guru maupun siswa diharapkan untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan.

Harapan setiap guru di Madrasah, siswanya mampu memahami setiap pembelajaran yang telah diberikan serta mendapatkan nilai yang memuaskan. Merupakan salah satu kebanggaan tersendiri jika siswa mencapai nilai memuaskan, di atas kriteria ketuntasan minimal. Karena itu, sebelum pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) dilakukan, guru memberikan waktu tambahan kepada siswa untuk belajar bersama dengan guru maupun tutor sebaya. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan mempersiapkan anak-anak menjelang PTS.

Kegiatan tutor sebaya menjelang PTS disambut dengan hangat dan semangat oleh siswa. Seperti halnya yang dilakukan oleh wali kelas V, Farida Fitriana bersama siswa – siswi kelas V mencoba memberikan refresh kepada siswa terkait kisi-kisi serta memberikan pembahasannya satu persatu. Hal ini juga dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk aktif bertanya terkait materi pembelajaran serta guru untuk memberikan pematangan terkait materi pembelajaran.

“Saya senang sekali ketika mendapatkan waktu belajar bersama seperti ini karena saya dan teman-teman dapat bertanya serta lebih siap dalam melaksanakan PTS besok,” ungkap Abyan Uddin, salah seorang siswa kelas V (lima) pada Rabu (16/3/2022).

Terlihat dalam kegiatan ini siswa sangat fokus dan konsentrasi ketika guru sedang memberikan penjelasan. Hal ini dibuktikan ketika siswa semangat dalam belajar dan selalu mencatat hal-hal apa saja yang telah dijelaskan oleh guru. Siswa selalu kompak bertanya, menyimak, dan mencatat dengan baik dan tertib.

“Setiap anak berkumpul di serambi masjid dengan membawa buku dan kisi-kisi yang telah diberikan oleh guru, setelah itu diberi waktu untuk mengerjakannya kemudian baru membahasnya secara bersama-sama,” pungkas Farida. (fa/wk/rf)