Terapkan Pola Hidup Sehat, Siswa MIM Sipedang Praktek Masak Makanan Sehat Dan Bergizi

Banjarnegara – Siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Sipedang melaksanakan ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBdP) dengan materi memasak makanan sehat dan bergizi, kamis (31/03/2022).

Acara tersebut merupakan rangkaian dari ujian praktik yang berlangsung mulai Senin (28/03/2022) hingga kamis (31/03/2022) dengan mata pelajaran sesuai yang diujikan.

Pada ujian praktik SBdP siswa diminta membuat menu makanan sehat dan bergizi. Jumlah peserta ujian 33 siswa dibagi dalam 6 kelompok.

Tepat pukul 07.30 ujian praktik dimulai. Kelas menjadi sibuk. Masing-masing anggota kelompok bekerja sesuai tugas yang dibagikan. Celotehan dan perintah bersahutan meramaikan suasana. Kebingungan juga mewarnai. Sebab hampir semua anak tidak berpengalaman memasak.

Pada praktik masak ini tentunya tetap memperhatikan protocol kesehatan di masa pandemi covid-19 ini, dengan menjaga kebersihan, memakai masker dan menggunakan sarung tangan masak khusus yang terbuat dari plastik

”Ternyata memasak itu susah dan capek, Bu,” ujar ma’ruf, Salah satu siswa.

Memasak memang tidak sepenuhnya dilakukan murid di sekolah tersebut. Namun, dibantu dan dibimbing oleh guru pendamping. Pasalnya, para siswa walaupun sudah dibentuk kelompok, masih belum mampu mengerjakan semuanya. Meski begitu, melalui praktik tersebut dapat memberikan pembelajaran positif

Sri Utami Guru Kelas 6 yang juga anggota penguji mengatakan, ujian praktik ini bertujuan agar siswa dapat bekerja sama dan merasakan betapa repotnya orang tua setiap hari menyiapkan makanan. ”Praktik ini juga mendidik siswa menghargai makanan,”  ujarnya.

“Keinginan praktik memasak ini, harapan kedepan anak-anak kita akan bisa memasak, jika mereka nanti sekolah jauh dari orang tua. Jadi mereka tidak tergantung dengan makanan yang sifatnya instan,” tambahnya

Tepat pukul 10.30 semua harus selesai. Semua hasil masakan disajikan di meja. Dewan penguji berkeliling melihat penyajian dan mencicipi masakan.

”Wah rasanya macam-macam. Ada yang terlalu gurih kebanyakan penyedap. Ada yang keasinan. Ini kuahnya terlalu manis. Itu kerupuknya gosong,” komentar Nijah salah satu penguji. (ar/ak/rf)