Tingkatkan Kelas Unggulan Tahfidz,  Kepala MI Al Fatah Ikuti Munas JMQH

Banjarnegara – Kepala Madrasah dan guru MI Al Fatah Parakancanggah ikuti Musyawarah Nasional (Munas) Jamiyyah Mudarasatil Qur’an Lil Hafidzat (JMQH) dalam rangka meningkatkan Potensi guru tahfidz yang diharapkan dapat meningkatkan output tahfidz peserta didik, Sabtu,(12/3)

Seluruh hafidzhoh yang ada di Indonesia mengikuti kegiatan rutin Musyawarah Nasioanl (Munas) Jamiyyah Mudarasatil Qur’an Lil Hafidzat (JMQH) pada bulan Maret 2022 yang dilaksanakan di Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan dalam empat tahun sekali di tingkat nasional, di tingkat kabupaten acara tersebut juga rutin dilaksanakan setiap 3 bulan sekali, sedangkan untuk tingkat kecamatan acara tersebut rutin dilaksanakan setiap 30 hari sekali.

Jumlah peserta Munas JMQH ada 500 hafidzoh se Indonesia. Adapun perwakilan yang menghadiri acara tersebut berjumlah 14 orang yang merupakan pengurus JMQH Kabupaten Banjarnegara. Salah satu peserta yang menghadiri acara tersebut adalah Kepala Madrasah MI Al Fatah Parakancanggah Durotun Nafisah yang merupakan hafidzoh dan beberapa Guru Tahfidz dari MI Al Fatah Parakancanggah yang salah satunya yaitu Noviana Ulfah.

Ulfah berbagi cerita dan pengalamannya dengan rekan-rekan guru di MI Al Fatah bagaimana kegiatan Munas tersebut.

“Dalam kegiatan munas tersebut selain peserta melaksanakan sima’an Al Qur’an juga mencanangkan program-program yang bisa meningkatkan potensi dan kualitas dalam mengajarkan tahfidz kepada anak-anak yang menjadi program unggulan di MI Al Fatah Parakancanggah,” ungkapnya

Kepala MI Al Fatah Parakancanggah Durotun Nafisah mengungkapkan harapannya pasca mengikuti Munas JMQH tersebut.

“Setelah mengikuti kegiatan Munas JMQH di Boyolali, saya berharap khususnya untuk guru tahfidz yang ada di lingkungan MI Al Fatah Parakancanggah agar bisa mencontoh program-program yang sudah dicanangkan dalam kegiatan tersebut dan juga aktif mengikuti kegiatan tersebut di wilayah kecamatan atau kabupaten masing-masing sehingga bisa meningkatkan potensi atau kualitas dari program unggulan kita,” harapnya

Dengan potensi dan kualitas guru tahfidz juga diharapkan dapat memberi sesuatu yang istimewa khususnya dalam percepatan hafalan Al Quran pada peserta didik sehingga dapat mencapai target program tahfidz 10 Juz di kelas 6. Yang paling utama dapat menjadikan peserta didik yang semakin cinta dengan Al Quran dan semakin salih dan salihah, tambahnya”. (tin/nas/rf)