Tingkatkan Kompetensi, Guru MIMAU Ikuti MGMP Ke-NU-an

Banjarnegara – Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LPMNU) Kabupaten Banjarnegara menyelenggarakan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Ke-NU-an, Sabtu (5/3). Kegiatan ini di koordinir oleh ketua MGMP, Misroyo, dan diikuti oleh 15 orang perwakilan guru ke-NU-an dari MI se kabupaten Banjarnegara di Saung Mansur Parakancanggah.

Pertemuan MGMP ini, merupakan hasil tindak lanjut dari rapat kepala Madrasah tertanggal 25 Januari 2022 di Gedung Aswaja NU Centre mengenai Pembahasan kisi-kisi, Penyusunan soal PAT dan UM Tahun Pelajaran 2021/2022 serta Musyawarah Pembuatan modul/diktat mapel Ke-NUan.

Pono Suhayitno, sebagai Sekretaris LP Maarif menyampaikan harapannya agar team yang berjumlah 15 ini menjadi sarana memudahkan para guru-guru mapel ke-NU-an dalam penyusunan soal-soal dan sehingga soal yang disusun sesuai dengan kriteria, dan materi yang diajarkan pada MI se kabupaten Banjarnegara.

“Saya sangat berharap adanya MGMP Ke-NU-an ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga sebagai upaya peningkatan kualitas guru ke NU an, seperti bedah buku, sharing mengenai cara menyusun kisi – kisi yang baik juga pembuatan soal yang baik,” tutur Pono

Endro Prasetyo, adalah guru mapel Ke-NUan dari MI Maarif Al Falah Joyokusumo termasuk salah satu yang diundang untuk mengikuti kegiatan MGMP. Endro menyampaikan bahwa adanya MGMP ini sangatlah bermanfaat, jadi saling berbagi ilmu, saling mengenal satu sama lain dan menambah tali persaudaraan.

15 Guru mapel perwakilan dari MI se-Kab Banjarnegara berperan dalam hal menentukan dan penyusunan soal PAT dan UM Tahun Pelajaran 2021/2022. Di samping itu juga dalam Pembuatan modul/diktat mapel Ke-NUan.

“Alhamdulillah setelah mengikuti MGMP ini, di samping memperluas wawasan dan pengetahuan saya khususnya mengenai materi pelajaran ke-NUan, juga dalam penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, serta dapat memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, dan memanfaatkan sumber belajar,” pungkas Endro. (ep/wk/rf)