Anak-anak RA Perwanida 04 Melantunkan Shalawat Saat Pawai Tahrib Ramadhan

Semarang – Ada suasana berbeda di Raudhatul Athfal (RA) Perwanida 04 Kota Semarang pada hari Jum’at (1/4/2022). Anak-anak siswa RA setempat nampak sumringah dengan wajah berseri-seri dengan mengenakan seragam kebanggaan, warna orange,

Mereka berbaris rapi menyusuri jalan Tunggu, Meteseh, Kecamatan Tembalang sambil membawa kembang manggar warna-warni dan beberapa pamflet yang bertemakan tentang puasa dan Ramadhan. Pamflet itu bertuliskan, “Selamat Menuanaikan Ibadah Puasa “, “Happy Puasa”, dan “Aku Senang Berpuasa.”

Pagi itu, RA Perwanida menggelar pawai Tahrib Ramadhadan dengan berjalan kaki keliling kampung. Kegiatan yang mengusung tema “Menyambut Ramadhan dengan Ceria” itu, diikuti seluruh anak didik berjumlah 70 anak, terdiri dari anak kelompok A dan anak kelompok B.

Tahrib Ramadhan merupakan sebuah tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tak hanya anak-anak yang ikut pawai, para orangtua/wali anak pun ikut ikut mengiring dengan gembira dan tak henti-hentinya tersenyum sambil melambaikan tangan kepada masyarakat yang menonton kegiatan anak-anak mereka.

Kendati pawai ini hanya dilakukan dengan berjalan kaki keliling kampung/desa, anak-anak tetap merasa senang dan gembira. Mereka penuh semangat sambil melantunkan shalawat selama perjalanan.

Menurut kepala RA Perwanida 04, Soelistiyowati, digelarnya pawai tahrib Ramadhan ini bertujuan untuk mengenalkan anak sejak dini tentang berkahnya bulan Ramadhan dan pentingnya puasa puasa bagi orang yang beragama Islam.

“Pawai ini kami gelar sederhana meski tanpa mengurangi semangat Ramadhan. Prokes ketat pun kami terapkan,” jelas Soelistiyowati.

Pengawas madrasah Kemenag Kota Semarang, Amhal Kaefahmi sangat mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan RA Perwanida 04. Dalam pembinaannya, Amhal Kaefahmi, memang telah menginstruksikan pada MI dan RA di wilayah binaannya untuk menyelenggarakan kegiatan seputar Ramadhan bagi peserta didik.

Dituturkan Amhal Kaefahmi, pawai tahrib Ramadhan merupakan bentuk kreasi dan inovasi dari kepala dan guru RA maupun MI untuk tetap memberikan layanan pendidikan terbaik pada anak didiknya.

“Kegiatan Ramadhan di madrasah, bisa dilakukan dalam pembelajaran di kelas, maupun dilakukan melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler,” jelasnya.

Sementara itu, Farida, orangtua dari Ahnaf (siswa kelompok B) mengaku senang dan menyambut  baik pawai yang digelar oleh RA setempat. Pasalnya, hal itu dapat mengenalkan anak pada iman dan taqwa (Imtaq) sebagai bentuk pendidikan karakter.

“Apalagi  dua tahun terakhir ini tidak ada kegiatan yang melibatkan semua siswa secara bersama, karena pandemi covid 19,” ujar Farida.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Ratna, orangtua dari Saqueena (siswa kelompok A). Katanya, selain meluapkan kegembiraan menyambut Ramadhan, juga mengajari mereka untuk berpuasa semampunya dan melatih kesabaran.(Soelistiyowati/Amhal/bd)