Antusias Siswa Mts N 1 Banjarnegara Ikuti Tari Ratoh Jaroh, Haki: Semangatnya Luar Biasa

Banjarnegara –  MTs N 1 Banjarnegara mengadakan kegiatan ekstrakurikuler bidang kesenian yaitu seni tari Rabu, (20/4/22). Hal itu untuk menumbuh kembangkan bakat serta memberikan kesempatan pada anak didik yang memiliki kemampuan / potensi diri yang bisa dikembangkan.

Melalui guru pembimbing Haki, kegiatan ekstrakurikuler tari tersebut dilaksanakan setiap hari Selasa, dan Rabu sore. Siswa yang mengikuti kegiatan ini tampak antusias mengikuti instruksi guru pembimbing.

Menurut Haki, Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik, tetapi tetap menunjang pencapaian kurikulum.

“Seni tari bisa dikatakan sebagai bagian dari kebudayaan yang ada pada setiap negara atau daerah termasuk negara Indonesia. Seni tari yang ada di Indonesia sangatlah banyak dan merupakan setiap gerakan tari merupakan ciptaan dari masyarakat Indonesia yang di mana di dalam setiap gerakan tari memiliki filosofinya masing-masing. Melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti ini, siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan potensi yang dimiliki dalam dirinya, “kata Istik.

Ia juga menambahkan, pada kegiatan ekstrakurikuler kali ini peserta didik diajarkan tarian kreasi Ratoh Jaroe.

“Tarian yang saya maksud disini adalah tari ratoh jaroe yang mungkin dari kalian sudah mengetahuinya. Tarian ini pernah dijadikan pembukaan pada pembukaan Asian Games tahun 2018 ketika Indonesia menjadi tuan rumahnya. Nah, inti dari tarian ini penarinya harus disiplin dan konsentrasi penuh supaya gerakannya tepat dan kompak. Karena satu gerakan salah bisa merusak seluruh keindahan tariannya,“ ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Eko Widodo selaku Kepala MTs N 1 Banjarnegara mengungkapkan dengan memberi peluang kepada peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan di sore hari, sehingga kegiatan ini menjadikan madrasah tetap ada aktivitas di sore hari.

“Adanya kegiatan ekstrakurikuler menjadikan madrasah tetap ada aktivitas anak didik. Ini hal positif yang harus tetap dilaksanakan dan terus ditingkatkan.” tutupnya. (ran/ak/rf)