Doa Kedua Orang Tua Merupakan Salah Satu Kunci Kesuksesan Seorang Anak

Semarang, Doa orang tua menjadi salah satu kunci kesuksesan seorang anak. Hal tersebut disampaikan oleh KH. In’amuzzahidin Masyhudi dalam tausiyahnya saat memberikan motivasi kepada siswa-siswi MI An Nur Penggaron Kidul Pedurungan Semarang, pada kegiatan istighosah atau doa bersama dalam rangka meghadapi Ujian Madrasah (UM).

Kegiatan tersebut digelar di madrasah setempat pada Sabtu (9/4/2022).

KH. In’amuzzahidin menjabarkan bahwa jika ingin menjadi siswa-siswi yang sukses, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa. Menurutnya kemampuan ini dapat diperoleh dengan berusaha semaksimal mungkin melalui belajar yang giat.

Dua, lingkungan.

“Lingkungan juga dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang, jika lingkungannya baik, maka anak akan bisa ikut baik, namun jika lingkungannya tidak baik, maka jangankan menjadi sukses, menjadi anak yang baik saja susah, karena pengaruh lingkungan yang tidak baik sangat mudah ditangkap oleh anak dan akan mempengaruhi pola pikir dan perilakunya,” tutur KH. In’amuzzahidin.

Ketiga, doa kedua orang tua.

KH. In’amuzzahidin menuturkan bahwa doa kedua orang tua ini bisa menjadi kunci kesuksesan seorang anak, karena dengan doa keduanya atau keridhoan orang tua, maka akan menjadi keridhoan Allah SWT pula untuk mengijabahnya.

“Maka jika ingin sukses jangan pernah durhaka kepada orang tua dan jangan lupa mohon doa kepada mereka,” pesan KH. In’amuzzahidin.

Pada kesempatan tersebut, Muhamad Muslikh selaku Kepala MI An Nur mengatakan bahwa kegiatan doa bersama atau istighosah dihadiri pula oleh wali murid kelas 6.

“Kehadiran wali murid, kami jadikan momen bagi siswa untuk melakukan sungkem pada orang tua masing-masing, dan memohon doa agar dalam pelaksanaan kegiatan ujian madrasah yang akan dilaksanakan pada hari Senin (11/4/2022) bisa diberikan kemudahan kelancaran dan kesuksesan,” tutur Muslikh.

Ia berharap dengan digelarnya kegiatan doa bersama serta permohonan doa restu dari peserta didik kepada wali murid, tidak hanya memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi UM, tetapi lebih jauh ia berharap siswa-siswinya akan menjadi anak-anak yang sholih-sholihah.(SAW/NBA/bd)