Dongeng Ramadan Ceria, Ramaikan Suasana Pembelajaran di Madrasah

Semarang, MI Taufiqiyah mengadakan Dongeng Ramadan Ceria bersama Kak Kempo yang diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas 2 dan 3.

Kegiatan dilaksanakan Sabtu (9/4/2022), diselenggarakan di halaman sekolah yang beralamat di Jalan Fatmawati Nomor 188 Semarang, dan disambut antusias oleh para siswa dan guru. Riuh khas anak-anak terdengar, meskipun kegiatan Dongeng Ramadan Ceria ini dilaksanakan dengan penerepan protokol kesehatan mengingat masih dalam masa pandemi.

Dongeng Ceria Ramadan dibuka oleh Kepala MI Taufiqiyah, Ibu Siti Aropah AR, kemudian dilajutkan dengan pembacaan solawat thibbil qulub dan asmaul husna yang di pimpin oleh Sulis Sutiyono selaku guru kelas 3 takhassus.

Sambil menunggu Kak Kempo tiba di pokasi, kegiatan diisi dengan muroja’ah yang dipimpin oleh Ustadzah Elly selaku guru tahfidz. Siswa-siswi yang berani maju untuk membaca salah satu hafalan surah pendek mendapatkan hadiah, sehingga hal ini menjadi pemantik semangat para peserta lainnya untuk berebutan unjuk gigi menampilkan hafalannya.

“Keikhlasan dalam Beribadah Puasa” menjadi tema utama cerita dongeng yang dibawakan oleh Kak Kempo.

Untuk menambah daya tarik anak-anak, Kak Kempo juga menggunakan media gambar serta kolaborasi permainan suara, ekspresi, mimik wajah, intonasi dan lagu.

Dengan adanya kegiatan Dongeng Ramadan Ceria, diharapkan dapat mengembangkan imajinasi anak sehingga mereka menjadi terampil berkomunikasi dengan orang lain, karena pada saat anak mendengarkan dongeng, pikiran anak akan terangsang untuk menggambarkan situasi dari cerita yang ia dengar, selain itu juga akan memperkaya vocabulary anak.

“Kami gelar kegiatan Dongen Ceria Ramadan dengan tujuan untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak, dan juga akan menambah tabungan kosakata yang dimilikinya,” tutur Kepala Madrasah.

“Harapan lebih luas tentunya anak-anak bisa mengambil hikmah dari cerita yang dibawakan oleh pendongeng. Ini merupakan salah satu metode yang cukup efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada anak, karena dengan disampaikan melalui dongeng yang dibawakan dengan penuh ekspresif oleh Kak Kempo, akan lebih mudah dikenang oleh anak-anak dan harapannya akan melekat dalam ingatan mereka,” imbuhnya.

Kegiatan ini memberikan kesan tersendiri bagi anak-anak, tanpa disadari mereka telah belajar atau mencari ilmu tentang pengalaman hidup sehari-hari.

“Belajat tidak melulu hanya didapat dilingkungan kelas saja, tetapi bisa juga didapatkan dari sebuah cerita dongeng yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kepala MI Taufiqiyah.

Salah satu peserta Lyano, siswa kelas 3 mengaku senang mengikuti Dongeng Ramadhan Ceria, menurutnya kegiatan ini mampu menghadirkan suasana yang berbeda dalam menuntut ilmu.

“Ceritanya menarik, Kak Kempo bercerita dengan menggebu-gebu, sehingga kami yang mendengarkan jadi bisa membayangkan suasana dari cerita yng dibawakannya, yang pasti seru karena kami belajar tapi tidak seperti biasanya yang hanya di dalam kelas,” ujarnya.

“Teman-teman sangat suka, ramai dan gembira saat kak Kempo mendongeng, serta banyak pesan yang baik untuk dilaksanakan, seperti jangan suka menyimpan dendam dengan teman, tidak boleh membully teman, selalu membantu orang lain, dan maaih banyak lagi lainnya,” imbuhnya.

Berbeda dengan Evan Noah siswi kelas 2, ia berharap agar kegiatan mendongeng ini bisa diadakan lagi, karena membuat suasana baru yang menyenangkan baginya.

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Bu Afifah, salah satu guru kelas 2, menurutnya kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di MI Taufiqiyah, membawa dampak positif bagi anak-anak. “Anak-anak tampak ceria, senang, santai serta antusias dalam mendengarkan dongeng dari Kak Kempo. Bahkan mereka bisa memetik pesan-pesan yang disampaikan oleh Kak Kempok,” tutur Afifah.

Ia berharap kegiatan serupa bisa diadakan lagi di madrasahnya.

“Semoga kegiatan mendongeng ini akan ada lagi bagi siswa-siswi MI Taufiqiyah. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kesempatan untuk membuat anak-anak semakin cerdas, berakhlak mulia dan membanggakan bagi orang tua, madrasah dan peserta didik itu sendiri. Tetap semangat dan salam sehat,” pungkasnya.(MHN/SAW/NBA/bd)