Guru Pendidikan Agama Katolik SD Diharap Berjuang Untuk Mengobarkan Api Semangat Kasih

Semarang, Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Katolik Tingkat Sekolah Dasar (SD) Kota Semarang mengadakan pembinaan iman. Kegiatan dilaksanakan di Gua Maria Ratu Perdamaian Sendang Jatiningsih, Jitar Kulon, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (6/4). Peserta rekoleksi berjumlah 47 guru terdiri dari guru Pendidikan Agama Katolik Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, guru Dinas Pendidikan Kota Semarang, Guru  Tidak Tetap, dan guru yayasan swasta dan nasional.

Ignatius Wawan Indaryanto selaku Penyelenggara Katolik Kankemenag Kota Semarang, dalam sambutannya  menyampaikan bahwa gelaran kegiatan ini bertujuan menjadi sarana guna mengembangan profesi guru serta ajang peningkatakan kompetensi guru Pendidikan Agama Katolik.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan profesionalitas guru Pendidikan Agama Katolik, karena dalam forum ini kita akan berdiskusi, sharing ilmu dan juga memperoleh penerangan iman dari Pastor. Selain itu, kami juga berharap melalui kegiatan positif ini, dapat meningkatkan kerja sama dan persaudaraan antar guru,” tutur Ignatius Wawan Indaryanto.

Pastor Gregorius Prima Dedy Saputro, Pr, Pastor Gereja Paroki St. Petrus & Paulus Klepu, Sleman berkesempatan sebagai narasumber pada kegiatan pembinaan iman tersebut, menyampaikan renungan dengan tema Talenta, Kasih dan Kisah Kasih. Pastor Dedy, begitu panggilan akrabnya, mengajak para guru untuk merenungkan Perumpamaan tentang Talenta (Matius 25:14-30).

“Talenta adalah ukuran berat emas. Satu talenta sama dengan 25-30 kg emas murni/gaji selama 2 tahu pekerja. Dengan demikian, talenta adalah sesuatu yang sangat berharga dan sangat tak ternilai harganya. Sang tuan memberikan talenta dengan cuma-cuma,” jelas Pastor Dedy.

“Dalam konteks iman kristiani, talenta yaitu sesuatu yang sangat berharga, adalah kasih,” lanjut Pastor Dedy.

Pada akhir renungan, para guru diajak untuk membangun harapan bahwa para guru memiliki kesadaran dikasihi, menyadari talenta yang dimiliki dan berjuang untuk mengobarkan api semangat kasih kepada banyak orang.

CB. Ismulyadi Penyelenggara Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman juga ikut hadir pada kegiatan ini, dalam sambutannya ia  mengajak para guru untuk melihat kembali perjalanan panggilan tugas dan karya sebagai seorang guru Pendidikan Agama Katolik.

“Apakah ada dari antara Bapak dan Ibu yang sejak awal bercita-cita menjadi guru Pendidikan Agama Katolik?” tanya CB. Ismulyadi.

Lebih lanjut, CB. Ismulyadi mengajak para guru untuk mencermati situasi pandemi dan pengaruhnya dalam pelaksanaan tugas, baik selama model Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta ketika para guru  harus mempersiapkan materi pelajaran melalui piranti teknologi komunikasi.

“Kegiatan seperti ini sangat menarik. Kami antar guru dapat semakin akrab dan mendapat kesempatan untuk menyadari talenta yang kami miliki serta berani mensyukuri sekaligus membagikannya kepada semua orang, terutama para murid,” ujarnya.(Martin/NBA/bd)