Isi Waktu Menjelang Berbuka dengan Dongeng Ramadhan

Semarang – MI Taufiqiyah bekerjasama dengan Pocari Sweat mengadakan dongeng Ramadhan bersama Kak Arsy. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (13/4/2022). Acara dongeng Ramadhan dengan tema “Belajar Berpuasa Ramadhan” bersama Kak Arsy itu dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi zoom meeting dan diikuti oleh siswa kelas 1 yang didampingi oleh orang tua masing-masing.

Ikut pula Siti Aropah AR selaku Kepala Madrasah, dan guru-guru kelas 1 yaitu Yopih Yujanah, Nurul Qomariyah, Ida Royani, Ayu Rizqia, dan Desi Pujilestari. Kegiatan dibuka dan dipandu Ibu Nurul Qomariah dengan membaca basmalah oleh peserta kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan tepuk semangat untuk membangkitkan antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan dongeng Ramadhan.

Kak Arsy mendongeng dengan apik, menggunakan media sebuah boneka cempluk yang mengangkat tema “Aku Belajar Berpuasa Ramadhan”.

Nampak pula kemeriahan tepuk dan seruan yel-yel yang diteriakkan oleh perwakilan masing-masing kelas yang dipandu oleh salah satu guru.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta zoom meeting diajak membaca hamdalah dan berucap terimakasih kepada pihak penyelenggara. “Melalui kegiatan Dongeng Ramadhan, diharapkan siswa dapat mengambil pesan-pesan moral yang disampaikan oleh pendongeng, dan membangkitkan semangat siswa kelas 1 dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan,” terang Siti Aniqoh AR.

Hal senada juga disampaikan Nurul Qomariah, ia berharap dengan kegiatan Dongeng Ramadhan dapat memotivasi siswa untuk berpuasa selama sebulan penuh.

“Belajar berpuasa harus diajarkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Mereka harus diberi pengertian dan pemahaman tentang mengapa umat muslim diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan dan apa pula manfaat atau hikmah dari puasa Ramadhan, tentu dengan bahasa yang bisa dimengerti oleh mereka. Dongeng Ramadhan merupakan salah satu cara yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Harapannya agar kelak pada saat mereka telah baligh, sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa Ramadhan,” tuturnya.

Desi, guru kelas 1 lainnya menyampaikan bahwa kegiatan Dongeng Ramadhan dapat mengembangkan kemampuan kognitif dan emosional anak. Salah satu peserta Dongeng Ramadhan, Diego, mengatakan sangat senang mendengarkan cerita Kak Arsy.

“Ceritanya menarik, ada boneka yang bisa berbicara dan baca doa. Asyik sekali acaranya, semoga kapan-kapan ada acara seperti ini lagi,” katanya.

Berbeda dengan Fira, ia tertarik dengan Dongeng Ramadhan, karena Kak Arsy menyampaikan cerita dengan suara yang berbeda-beda. Ia jadi lebih antusias dalam mendengarkan isi ceritanya.

Husna salah satu orang tua murid yang mengikuti kegiatan tersebut mengapresiasi Dongeng Ramadhan yang digelar oleh pihak madrasah. “Kegiatan ini sangat menarik. Pesan yang disampaikan juga sangat mengena agar anak dapat lebih semangat dalam berpuasa, apalagi acara ini dilaksanakan jam 16.00-17.00 waktu anak-anak merasa berat untuk menyelesaikan puasanya. Anak-anak terhibur dan tidak terasa sebentar lagi menjelang berbuka puasa,” ujarnya.(DP/AR/NQ/SAW/NBA/bd)