Kembangkan Diri dengan Menulis

Banjarnegara – Menulis merupakan salah satu aktivitas yang disarankan untuk membentuk peserta didik yang bernalar kritis dan kreatif. Dengan menulis, pendidik atau guru akan terbiasa membangun sebuah gagasan sekaligus mengomunikasikannya secara runtut, karena yang ditulis adalah ide atau gagasan, maka aktivitas menulis ini dapat diaplikasikan di semua mata pelajaran.

MTs Negeri 2 Banjarnegara yang notabene merupakan madrasah berprestasi, tentu di dalamnya terdapat guru-guru yang kompeten. Mereka mengembangkan dirinya melalui tulisan. Banyak sekali guru yang mahir dalam menulis. Beberapa tulisan guru MTs Negeri 2 Banjarnegara dipublikasikan di berbagai macam media, diantaranya Jurnal Pendidikan Empirisme, Jurnal Pendidikan Figur, dan Majalah Literasi Nusantara.

Wangid Sunandar selaku waka kurikulum mendukung penuh dengan aktivitas menulis yang dilakukan oleh guru di MTs negeri 2 Banjarnegara.

“Tentu saya dukung sepenuhnya, apa yang dilakukan oleh teman-teman. Guru itu ujung tombak. Selain dituntut melahirkan inovasi-inovasi model pembelajaran, guru juga dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya. Karena, sekali lagi, guru adalah yang seharusnya dapat dipercaya dan ditiru.” jelasnya pada Senin (11/4)

Waka humas MTs Negeri 2 Banjarnegara, Siswo Purnomo menanggapi tentang kegiatan guru terkait dengan kegiatan menulis.

“Seorang guru diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni serta memiliki kepribadian yang kuat sesuai dengan profesinya, sehingga selama karirnya mampu menghadapi perubahan internal dan eksternal dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dalam menghadapi kehidupan di masa datang. Perlu diketahui bersama, kegiatan ini tentu bermanfaat bagi guru tersebut. Salah satu manfaatnya yaitu untuk kenaikan pangkat, karena kegiatan menulis merupakan bentuk kegiatan pengembangan profesi guru.” jelasnya panjang lebar.

Kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara memotivasi dan mengapresiasi kegiatan menulis yang dilakukan oleh guru MTs Negeri 2 Banjarnegara.

“Alhamdulillah banyak guru yang mengembangkan diri dengan menulis. Tentu saya terus memotivasi terhadap Bapak Ibu guru untuk senantiasa aktif dan tidak pada posisi zona aman serta nyaman. Saya juga mengapresiasi kepada Bapak Ibu guru yang tulisannya telah publish diberbagai media. Dengan menulis secara tidak langsung meninggalkan warisan pengetahuan dan kearifan pada generasi penerus. Melalui tulisan, pengalaman dan pemikiran menjadi abadi.” pungkas Ratna Ayu Kartika Wulan saat ditemui di ruangannya. (swp/rf)