Khasyid, Siswa MTs N 1 Banjarnegara Terangkan Adab Makan Yang Baik

Banjarnegara – Jumat (22/4) di Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara diisi dengan kultum oleh siswa/siswi yang bertugas. Kali ini giliran Khasyid Bangkit, pengurus OSIM MTs Negeri 1 Banjarnegara berkesempatan menyampaikan kultum berjudul adab ketika makan. Disaksikan oleh seluruh siswa dan guru MTs Negeri 1 Banjarnegara, Bangkit percaya diri tampil menyampaikan kultumnya.

Sudah menjadi kebutuhan pokok bahwa makan adalah kegiatan yang wajib dilaksanakan untuk menambah nutrisi. Tanpa makan manusia akan lemah dan tidak bisa beraktivitas. Makan tentu saja punya tata cara yang harus dilakukan, dalam Islam ini disebut adab. Menurut Bangkit adab makan ada 5.

Pertama, Makan makanan yang halal. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 168. Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal, yaitu yang tidak haram, baik zatnya maupun cara memperolehnya.

“Dari ayat tersebut kita tahu bahwa salah satu makanan yang halal adalah yang berasal dari bumi. Jadi bersyukurlah apabila kita makan dari hasil bumi karena itu adalah makanan yang halalnya dobel.” ujar Bangkit.

Kedua, Mencuci tangan. Setelah beraktivitas sehari-hari tentu tangan seseorang terdapat banyak kuman dan bakteri. Meski tidak terlihat oleh mata, kuman dan bakteri ini bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sejak kecil kita sudah dibiasakan untuk mencuci tangan sebelum makan dan minum. Ternyata hal ini menjadi salah satu adab makan. Dengan tangan yang bersih, makanan yang masuk pun juga bersih.

Ketiga, Berdoa. Berdoa sebelum makan adalah salah satu wujud rasa syukur kita atas nikmat Allah. Makanan yang dibacakan doa terlebih dahulu akan lebih berkah. Berdoa tidak hanya ketika hendak makan saja, setelah makan juga dianjurkan untuk berdoa. Ibarat sebuah kerajaan, doa adalah tameng yang melindungi dari musuh.

Keempat, Makan menggunakan tangan kanan. Hal ini merupakan salah satu sunah nabi Muhammad. Seperti yang dijelaskan dalam hadis. “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah, tanganku berseliweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah  bersabda: “Wahai Ghulam, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah cara makanku setelah itu.”

Kelima, Tidak meniup makanan atau minuman yang masih panas. Hal ini seperti yang diterangkan dalam hadis, “Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang bernafas dalam sebuah wadah, atau meniup makanan dalam wadah tersebut.”

Sebelum mengakhiri kultumnya, Bangkit menjelaskan bahwa makanan yang ditiup tidak lantas menjadi haram.

“Kalimat larangan dalam beberapa hadis tersebut bukanlah bermakna keharaman, melainkan hanya makruh, yaitu lebih baik dihindari. Jika ada yang tetap makan atau minum dengan meniup makanan atau minumannya, maka makanan atau minuman itu tidak lantas jadi haram,” pungkasnya. (Rin/ak/rf)