MI Al Fithrah Belum Melaksanakan UM di Tahun Ajaran 2021/2022

Semarang-Pada tahun Ajaran 2021/2022 ini MI Al Fithrah belum melaksanakan UM karena masih tergolong madrasah baru dan jenjang yang paling tinggi pun masih kelas III, walaupun begitu kegiatan siswa-siswi MI Al Fithrah di bulan ramadhan 1443 H. ini tetap berjalan dengan lancar dan baik.

            Menurut Amhal Kaefahmi, selama pandemi Covid-19 yang melanda dunia lebih dari dua (2) tahun ini, sangat berpengaruh pada aspek pendidikan. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan aplikasi daring, belum sepenuhnya efektif dan efisien terhadap pembelajaran. Banyak guru yang masih tergopoh-gopoh atau bingung terhadap model pembelajaran daring.  “Demikian pula, peserta didik. Mereka juga terkendala dengan gadget yang harus gantian dengan orangtua, kuota, dan signal,” jelas Amhal Kaefahmi.

            “Saya optimis bahwa MI di wilayah binaan dapat mengemban amanah ini dengan baik. Terlebih, selama ini, kami telah memberikan pembinaan, pembimbingan, dan pelatihan profesional guru melalui supervisi pembelajaran,” tutur Amhal Kaefahmi.

            Berdasarkan pembinaan dari pengawas madrasah tersebut, Toha, selaku kepala madrasah pada hari Rabu, (06/04/2022) setelah libur awal ramadhan memberikan pemahaman kepada para siswa terkait dengan pentinya belajar terutama di usia dini serta penjelasan tentang keistimewaan beribadah di dalam suci ramadhan, para siswa mendengarkan dengan penuh antusias dan penuh semangat.

            “apakah kalian siap menjadi anak yang shalih-shalihah?, kata Toha menyampaikan pertanyaan itu kepada para siswa.

            “siap…………”. Jawab para siswa dengan semangat.

            “apakah kalian semua siap belajar dengan sunguh-sunguh?”,

            “siap…………..!” jawab para siswa itu dengan suara keras.

            Kepala MI Al Fithrah Semarang, Toha, S.Ud, M.Pd mengatakan, sampai hari kedua, Selasa ini, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Semua siswa kelas 1 sampai kelas 3 hadir mengikuti kegiatan dalam keadaan yang sehat wal afiat. Ada nilai-nilai religius yang dikembangkan untuk meningkatkan karakter para siswa dengan memberikan kartu ceklis yang memuat tentang kegiatan di bulan suci ramadhan seperti sholat wajib, puasa, terawih dan ngaji atau tadarus qur’an.

            Salah satu guru MI Al Fithrah, Sunny Anjani, S.Pd membenarkan terkait dengan program yang diterapkan di madrasah tersebut, “pendidikan karakter di madrasah ini sudah mulai dikenalkan dan diterapkan mulai kelas 1 sebelum mulai KBM seperti semua siswa wajib bersuci /wudhu terlibih dahulu, apel, berdoa, sholat dhuha, baca asmaul husna, murajaah surat-surat pendek dan lanjut ngaji atau tahsin”.

       “Saya ingin menjadi ustadzah” kata Seara dengan nada tegas ketika ditanya oleh kepala madrasah, salah satu siswi yang masih duduk di kelas 2 didampingi oleh teman-temanya itu terlihat senang dan bahagia saat mengikuti kegiatan.

       “Mohon doanya, semoga program dan kegiatan yang dilaksanakan di bulan suci Ramadhan ini penuh dengan keberkahan sehingga berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan MI Al Fithrah kedepannya,” harapnya. (Toha/Sukirman/bd)