Penanaman Pendidikan Karakter di Bulan Ramadhan Melalui Kegiatan BTA

Semarang – Dalam kegiatan pembinaan daring melalui ­Google Meet , pengawas Madrasah Kementrian Agama Kota Semarang, Amhal Kaefahmi menghimbau kepada kepala madrasah di bawah binaannya untuk mengisi kegiatan bulan suci Ramadan di madrasah masing-masing dengan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi para peserta didik.

Kegiatan bulan suci Ramadan di madrasah dapat dilakukan pada saat pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, baik kegiatan yang bersifat ekstrakurikuler maupun intrakurikuler. Kegiatan yang dimaksudkan contohnya; pesantren kilat, karnaval menyongsong bulan suci Ramadan, tadarus al Qur’an, buka bersama dan lain sebagainya.

Hasil dari pembinaan pengawas disambut dengan penuh suka cita oleh kepala dan para guru MI Al Hikmah Tembalang. Selanjutnya melalui rapat intern di madrasah pada Jumat, 1 April 2022 memutuskan bahwa selama bulan suci Ramadhan ini diharapkan tiap-tiap kelas untuk memperbanyak kegiatan-kegiatan yang bersifat religius yang tentunya dikemas dengan pembelajaran yang menyenangkan.

Kepala MI Al Hikmah  Sri Zuniati, memutuskan bahwa BTA (Baca Tulis Al Qur’an) sebagai salah satu kegiatan wajib selama bulan Ramadan. Tentunya ini memiliki tujuan  yang sesuai dengan visi misi MI Al Hikmah. Selain itu tujuan diwajibkannya kegiatan BTA  adalah untuk  menciptakan generasi religius, membentuk jiwa spiritual peserta didik, dan yang terpenting tentunya kegiatan BTA ini dapat menuntaskan buta huruf al Qur’an yang kemudian dapat menunjang mapel lain yang ada di madrasah, seperti Al Qur’an Hadits, Bahasa Arab, Aqidah Akhlah, serta Fiqih yang materinya memuat tulisan atau bacaan-bacaan al Qur’an.

Selanjutnya pada kegiatan yang bersifat religius, Ali Khasan selaku wali kelas 3B memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan ini dengan kegiatan BTA di setiap akhir pembelajaran. Dimana kegiatan BTA ini sebenarnya telah dibiasakan sebelum bulan Ramadan dengan kegiatan religius lainnya di dalam kelas, seperti: berinfaq setiap hari Jumat, melaksanakan sholat Dhuha dan sholat Dzuhur berjamaah serta membaca Asma’ul husna Bersama-sama.

Pada kegiatan BTA di kelas, Ali Khasan selaku wali kelas menggunakan metode “Sorogan “ (model pesantren) peserta didik maju satu persatu sesuai dengan urutan absen kelas, dan sesuai dengan kemampuan peserta didik masing-masing, ada yang menggunakan jilid iqro’, juz ‘amma, dan al qur’an. Sebelum peserta didik maju sesuai urutan absen, terlebih dahulu peserta didik melakukan muroja’ah atau saling menyimak bacaan peserta didik antar peserta didik. Peserta didik yang sampai jilid iqro’ disimak oleh peserta didik yang sudah sampai juz ‘amma, sebaliknya peserta didik yang juz ‘amma disimak oleh peserta didik yang sudah sampai al qur’an. Selanjutnya setelah peserta didik selesai maju membaca peserta didik menulis arab sesuai yang dicontohkan di papan tulis.

Dari kegiatan BTA di kelas, peserta didik dapat membaca sekaligus mengamalkan Al Qur’an. Sehingga kegiatan ini mengandung Pendidikan karakter yang sangat bermanfaat bagi kehidupan peserta didik baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Menurut Amhal Kaefahmi, kegiatan penanaman karakter melalui kegiatan BTA di bulan Ramadan ini akan memberikan manfaat dunia akhirat bagi anak didik khususnya dan orang tua pada umumnya. (Sri Zuniati/Sukirman/bd)