Peringati Hari Kartini,  MI Baiturrahim Kinibalu Semarang Menggelar Berbagai Lomba

Peringatan Hari Kartini di MI Baiturrahim Kinibalu

Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, siswa-siswi MI Baiturrahim diminta untuk memakai pakaian adat, dengan catatan anak perempuan wajib mengenakan jilbab, dan diusahakan tidak perlu menyewa atau jangan memberatkan orangtua, jika tidak mempunyai pakaian adat (kebaya/beskap) silahkan memakai busana muslim.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera di halaman sekolah, dimana pelaksana upacara adalah guru MI Baiturrahim Kinibalu dan berpakaian kebaya kartini. Kemudian kegiatan dilanjut dengan berbagai macam perlombaan.

Adapun sejumlah lomba yang dilaksanakan seperti lomba menulis halus (tegak bersambung) – kelas 1 dan 3, lomba mewarnai – kelas 2, lomba adzan dan membaca puisi – kelas 4, lomba adzan dan menyanyi – kelas 5, lomba fasion show – kelas 6. Kegiatan itu juga sesuai dengan tema lomba, yakni “Kartini Milenial yang Tangguh, Mandiri dan Kreatif”. Kata Kepala Madrasah – Uyek Sumiyatun, S.Ag.

Salah seorang siswa yang bernama Daneysha Zahra Belvania mengakui ikut lomba tulis tegak bersambung ini sehubungan untuk mengikuti proses lomba sekaligus memeriahkan Hari Kartini. Daneysha mengungkapkan “Saya senang sekali mendapatkan kesempatan mengikuti lomba menulis tegak bersambung”

Lebih lanjut Juri lomba menulis halus (tegak bersambung) – Siti Nur Khalimah, S.Pd. mengatakan Kegiatan ini paling tidak dapat membantu anak-anak tetap mencintai bagaimana menulis tegak bersambung dengan baik. Apalagi lomba menulis tegak bersambung ini, memang pernah menjadi program pendidikan melalui para guru untuk tetap melestarikan tulis tegak bersambung dengan harapan siswa-siswi akan menghasilkan tulisan dengan baik.

“Menulis merupakan kegiatan yang penting dilakukan dan perlu dibiasakan. Karena dengan membiasakan menulis secara rapi. Hal ini akan memudahkan dalam belajar terlebih pada siswa kelas I, II, dan III. Harapan dilakukan kegiatan lomba tulis tegak bersambung pada peringatan Hari Kartini ini dapat mendorong anak-anak untuk bisa menulis dengan baik juga sekaligus menanamkan siswa-siswi untuk selalu mengenang akan jasa pahlawan wanita Raden Ajeng Kartini. Begitu juga dengan lomba-lomba yang lain”. Ujar Uyek Sumiyatun, S.Ag 21/4/2022

Salah seorang siswa yang bernama Syifa Tria Anjani mengakui ikut lomba membaca puisi sehubungan untuk mengikuti proses lomba sekaligus memeriahkan Hari Kartini. Syifa mengungkapkan “Untuk lomba puisi, saya menulis dan membacakan puisi yang bertemakan Kartini”

Lebih lanjut dikatakan oleh Nuriya Ratna Hapsari, S.Pd – Juri lomba pusi, Kegiatan ini paling tidak dapat Mengembangkan sikap kompetitif dan sportivitas dalam diri siswa sejak dini. Menanamkan dan  membina kecintaan siswa terhadap karya budaya bangsa. Menambah kosa kata baru. Salah satu alasan orang-orang enggan membaca puisi karena kata-kata yang digunakan biasanya tidak lazim atau sulit dimengerti. (Uyek/Sukirman/bd)